Ahmad Luthfi di Sukoharjo: Produksi Jagung Jateng Capai 2,68 Juta Ton

Ahmad Luthfi di Sukoharjo: Produksi Jagung Jateng Capai 2,68 Juta Ton

PANEN JAGUNG- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat meninjau langsung hasil Panen Raya Jagung di lahan Gapoktan Krido Dharmo, Desa Karanganyar, Sukoharjo, Kamis 1 Oktober 2026. Capaian panen ini mengukuhkan Jateng sebagai lumbung pangan nasional. -ISTIMEWA-

  • Gubernur Ahmad Luthfi memastikan status provinsi sebagai lumbung pangan nasional berkat capaian Produksi Jagung Jateng sebesar 2,68 juta ton hingga September 2026.
  • Pemerintah Provinsi Jawa Tengah agresif mengawal ketersediaan air, pupuk, dan bantuan benih untuk mengamankan lahan petani dari ancaman gagal panen di musim kemarau.
  • Kondisi ekonomi petani jagung semakin menjanjikan dengan harga jual pipilan di pasaran yang stabil di angka Rp7.000 hingga Rp7.500 per kilogram.

SUKOHARJO, radartegal.com- Senyum semringah menghiasi wajah para petani di tengah teriknya musim kemarau. Kekhawatiran akan gagal panen seolah sirna saat melihat hamparan ladang jagung yang menguning siap tuai. Di balik keringat para pahlawan pangan ini, angka menakjubkan tercipta: Produksi Jagung Jateng sukses menembus 2,68 juta ton hanya dalam kurun waktu sembilan bulan (Januari-September 2026).

Capaian fantastis ini tak hanya mengamankan pasokan pangan lokal, tetapi sekaligus mengukuhkan posisi Jawa Tengah sebagai pilar utama ketahanan pangan Republik Indonesia.

Luthfi Jaga Marwah Jateng Sebagai Lumbung Pangan

Kepastian mengesankan ini ditekankan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, saat memimpin langsung agenda Panen Raya Jagung di lahan Gapoktan Krido Dharmo, Desa Karanganyar, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, Kamis 1 Oktober 2026.

BACA JUGA: Gubernur Jateng Beri Penghargaan 29 Pendonor Darah Asal Tegal

BACA JUGA: Nobar Gratis FIFA ASEAN Cup 2026 di Kantor Gubernur Jateng: Ada Cemilan Gratis dan Doorprizenya

Di hadapan para petani, Luthfi menegaskan bahwa komitmen pemerintah daerah tak pernah surut dalam mengawal sektor pertanian.

"Jawa Tengah tetap meneguhkan sebagai lumbung pangan nasional, tidak hanya padi tetapi juga jagung," kata Luthfi penuh optimisme.

Bukan tanpa alasan Luthfi berani mengklaim hal tersebut. Merujuk pada data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), rekam jejak produksi jagung di provinsi ini sangat mentereng. Pada tahun 2025 saja, Jawa Tengah memproduksi sekitar 3,7 juta ton pipilan kering, menyumbang 17,02 persen dari total produksi jagung nasional dan menjadikannya produsen terbesar kedua di Indonesia.

Strategi Pemprov Amankan Air, Pupuk, dan Benih Petani

Mempertahankan prestasi di tengah tantangan iklim tentu bukan perkara mudah. Luthfi menjabarkan bahwa kunci utamanya ada pada perlindungan lahan dari alih fungsi, serta kepastian distribusi pupuk dan pasokan air hingga ke akar tanaman.

BACA JUGA: New Honda Vario EVO 160 Tembus 131 Km/Jam, Curi Perhatian di Gubernur Jateng Drag Bike Solo

BACA JUGA: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Dorong Respons Cepat PMI

Untuk memecahkan persoalan irigasi, Pemprov Jawa Tengah gencar membangun sumur dalam, sumur dangkal, perbaikan jaringan irigasi, hingga pembuatan embung.

Kepala Dinas Pertanian Jawa Tengah, De Fransisco Da Silva Tavares, menambahkan bahwa hasil panen hari ini menjadi bukti nyata keberhasilan program tersebut. Ia membeberkan bahwa capaian produksi saat ini sudah menyentuh 72 persen dari target tahunan 3,7 juta ton, dengan Kabupaten Sukoharjo sebagai salah satu tulang punggung utamanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: