Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Diduga Terjaring OTT KPK

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Diduga Terjaring OTT KPK

TANGKAP TANGAN- KPK kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jawa Tengah pada Kamis (15/10/2026). Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dikabarkan turut diamankan menyusul kasus BNPB.--

Ringkasan untuk Anda:

  • Peristiwa: Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
  • Waktu & Lokasi: Kamis, 15 Oktober 2026 di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
  • Target: Kepala daerah, dikabarkan menjerat Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.
  • Status: Menunggu konfirmasi resmi dari pimpinan/juru bicara KPK.
  • Konteks: Rentetan penindakan ini terjadi hanya dua hari pasca OTT kasus korupsi DSP BNPB (13 Oktober 2026).

KLATEN, radartegal.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan gebrakan penindakan melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT). Pada hari ini, Kamis 15 Oktober 2026, tim penyelidik lembaga antirasuah tersebut dilaporkan melancarkan operasi senyap yang menyasar seorang kepala daerah di Provinsi Jawa Tengah.

Berdasarkan ragam informasi yang dihimpun di lapangan, giat penindakan KPK difokuskan di wilayah Kabupaten Klaten. Nama Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, santer dikabarkan menjadi salah satu pihak yang turut diamankan oleh tim penyidik.

Kendati kabar penangkapan ini telah mencuat ke publik, hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan, klarifikasi, maupun konfirmasi resmi dari pihak pimpinan atau juru bicara KPK mengenai detail giat penyelidikan tertutup di Klaten tersebut.

BACA JUGA: Langkah KPK Perketat Tata Kelola Anggaran Pemkot dan DPRD Tegal

BACA JUGA: Sikat Pungli di Sekolah, Pemprov Jateng Sabet Penghargaan KPK!

Rangkaian OTT KPK: Menyusul Skandal DSP BNPB

Perlu diketahui, penindakan di Klaten ini terjadi hanya berselang dua hari setelah penyidik KPK menggelar operasi serupa pada Selasa, 13 Oktober 2026 lalu. Pada awal pekan ini, sasaran penyidik adalah sejumlah pejabat di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

OTT di BNPB tersebut berkaitan erat dengan pusaran dugaan korupsi Dana Siap Pakai (DSP) kebencanaan. Atas kasus ini, KPK telah secara resmi menetapkan lima orang sebagai tersangka, yang terdiri dari unsur pejabat dan pihak swasta.

Mengutip dari RMOL, kelima tersangka tersebut meliputi:

1. Gabriel Purwaka Sigit– Kepala Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Kedaruratan BNPB sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

2. Bima Setiawan– Tenaga ahli sekaligus adik dari Suharyanto.

3. Richard Erlangga – Tenaga ahli Suharyanto.

4. Gery Prasetiawan– Pihak Swasta.

5. Syifa Nrika Ghifarian – Pihak Swasta.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: