Polisi Ringkus Terduga Pelaku Pembacokan di Randusanga Kulon Brebes

Polisi Ringkus Terduga Pelaku Pembacokan di Randusanga Kulon Brebes

Terduga pelaku pembacokan di Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes berhasil diamankan pihak kepolisian.(istimewa)--

BREBES, radartegal.com - Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Brebes. Kali ini menimpa keluarga di Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, Selasa 13 Oktober 2026 malam.

Terduga pelaku berinisial DR (28) nekat melakukan kemerasan terhadap sang istri berinisial FA (25) serta kedua orang tuanya (ayah dan ibu mertua terduga pelaku, Red), T (53) dan S (53).

Bahkan anak kandung terduga pelaku juga menderita luka akibat benda tajam di bagian ibu jari tangannya.

Beruntung, para korban berhasil diselamatkan oleh para tetangganya untuk dievakuasi ke IGD RSUD Brebes, guna mendapatkan perawatan tim medis.

BACA JUGA:Anaknya Jadi Korban Pembunuhan di Brebes, Keluarga: Pelaku Harus Dihukum Berat

BACA JUGA:Anak Bacok Ayah Kandung di Pengarasan Brebes Terancam 15 Tahun Penjara

Sementara terduga pelaku usia melakukan aksinya berupaya melarikan diri menggunakan sepeda motor. Polisi yang mendapat laporan langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pengejaran.

Tak berselang lama, terduga pelaku berhasil diamankan oleh petugas kepolisian yang langsung datang ke lokasi kejadian.

Tim Resmob Satreskrim Polres Brebes dipimpin Aiptu Titok Ambar Pramono, berhasil meringkus pelaku di Kota Tegal setelah melakukan pengejaran menyusul laporan kejadian tersebut.

Kepala Desa Randusanga Kulon, Afan Setiono mengatakan dugaan sementara aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tersebut dipicu persoalan cemburu. Pelaku diduga menuding istrinya FA (25) telah berselingkuh.

BACA JUGA:Warga Banjarharjo Brebes Jadi Korban Penyerangan OTK di Depan SPPG, Tangan Kiri Terluka

BACA JUGA:Tragedi Keluarga di Brebes, Polisi Dalami Dugaan Suami Aniaya Istri hingga Meninggal

Menurut keterangan yang diterimanya dari sejumlah tetangga, pasangan tersebut disebut kerap terlibat cekcok akibat persoalan kecemburuan.

"Dugaan motif tersebut masih perlu didalami lebih lanjut oleh kepolisian untuk memastikan latar belakang dan kronologi lengkap peristiwa berdarah," katanya.

Selain mengamankan terduga pelaku, pihak kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti. Salah satunya, sebilah golok yang diduga diuganakan dalam aksi tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: