Sumur Mengering, 5 Desa di Tegal Terima Bantuan Air Bersih LAZISNU

Sumur Mengering, 5 Desa di Tegal Terima Bantuan Air Bersih LAZISNU

BANTUAN - LAZISNU Kabupaten Tegal gelontor bantuan air bersih untuk 5 desa terdampak kekeringan.-Yeri Noveli/Radar Tegal Grup-

Ringkasan Cepat:

  • Peristiwa: Penyaluran 25 tangki bantuan air bersih oleh LAZISNU Kabupaten Tegal.
  • Wilayah Terdampak: 5 desa di 3 kecamatan (Bojong, Jatinegara, Kedungbanteng).
  • Penyebab: Sumur warga mengering akibat curah hujan minim.
  • Kemitraan: Sinergi LAZISNU dengan PT RNT Tegal dan tokoh pengusaha lokal.
  • Dampak Warga: Pengeluaran ekstra untuk membeli air isi ulang/galon guna konsumsi harian.

SLAWI, radartegal.com - Krisis air bersih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tegal akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Minimnya intensidad curah hujan memicu sumur warga mengering total, sehingga menghambat pemenuhan kebutuhan primer harian.

Menanggapi kondisi darurat tersebut, Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Tegal mendistribusikan bantuan sebanyak 25 armada tangki air bersih. Bantuan ini difokuskan pada kawasan pasokan air paling kritis.

Pasokan air ini disalurkan secara bertahap guna memastikan kestabilan aktivitas rumah tangga, seperti kebutuhan konsumsi, memasak, hingga sanitasi dasar masyarakat terdampak.

Sebaran Pemukiman Terdampak Kekeringan di Kabupaten Tegal

Penurunan pasokan air tanah meluas ke lima desa yang tersebar di tiga wilayah kecamatan. Kondisi ini membuat ratusan kepala keluarga kehilangan akses air minum utama.

BACA JUGA:Krisis Air Bersih di Kaki Gunung Slamet, Warga Tamansari Tegal Rela Antre Air Berjam-jam

BACA JUGA:Lazismu Jatinegara Tegal Salurkan Air Bersih ke Tiga Desa Terdampak Kemarau

Adapun wilayah yang menerima distribusi bantuan air bersih meliputi:

  • Kecamatan Bojong: Desa Danasari
  • Kecamatan Jatinegara: Desa Sitail
  • Kecamatan Kedungbanteng: Desa Karanganyar, Desa Tonggara, dan Desa Karangmalang

Kelima wilayah pemukiman ini mengandalkan sumber air sumur resapan dangkal yang kini tidak lagi mengeluarkan air.

Pola Distribusi Air Bersih dan Kemitraan Kemanusiaan

Penyaluran pasokan air bersih dilakukan secara bergiliran antardesa. Skema distribusi ini diterapkan mengingat keterbatasan unit armada tangki penampung di lapangan.

Ketua LAZISNU Kabupaten Tegal, H. Maskun, menjelaskan bahwa pihak lembaga mengoptimalkan keterbatasan operasional agar pasokan tetap terbagi secara adil dan merata.

BACA JUGA:Krisis Air Bersih di Kabupaten Tegal Makin Meluas, 60 Ribu Warga Terdampak Kekeringan

BACA JUGA:Debit Air Turun ke 222 LPS, Ini Strategi Perumda Tirta Ayu Tegal Jaga Pasokan Air Bersih Warga

“Penyaluran air bersih ini kami lakukan secara bergilir karena armada tangki terbatas. Kami berupaya agar bantuan bisa menjangkau warga di desa-desa yang mengalami kesulitan air bersih,” ujar H. Maskun, Sabtu (10/10/2026).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: