Ahmad Luthfi Instruksikan Pembangunan Sumur Tani dan JUT di Sukoharjo

Ahmad Luthfi Instruksikan Pembangunan Sumur Tani dan JUT di Sukoharjo

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat mengikuti panen raya Jagung di Sukoharjo--

SUKOHARJO, radartegal.com - Langkah cepat diambil Penjabat Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam merespons jeritan para petani yang mengeluhkan minimnya pasokan air dan terbatasnya akses infrastruktur. Kepastian ini mengemuka saat beliau berdialog langsung dengan warga dalam momen Panen Raya Jagung di Desa Karanganyar, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (1/10/2026).

​Keluhan pasokan air memang menjadi ganjalan utama yang memicu kendala produktivitas pada musim tanam tahun ini. Suyadi, seorang petani lokal Desa Karanganyar, mengungkapkan betapa krusialnya keberadaan sumur dalam demi mendukung pola tanam musim ketiga, khususnya pada sektor hortikultura kala kemarau melanda.

​Kondisi serupa dialami Kelompok Tani Tani Mulyo. Perwakilan kelompok, Pitoyo, membeberkan bahwa fasilitas sumur gali bantuan tahun 2025 lalu baru saja rampung pengerjaannya, sehingga belum beroperasi secara optimal untuk mengairi lahan.

​Guna mengatasi ancaman gagal panen akibat cuaca kering, penyaluran pasokan air bersih terus digencorkan. Luthfi menegaskan komitmen pemerintah agar kebutuhan vital ini segera ditangani oleh dinas terkait.

BACA JUGA: Ahmad Luthfi di Sukoharjo: Produksi Jagung Jateng Capai 2,68 Juta Ton

BACA JUGA: Gubernur Ahmad Luthfi Minta Budaya Antikorupsi Mendarah Daging di ASN Jateng

​"Jalan usaha taninya tahun depan. Sumurnya, siapkan," tegas Luthfi menginstruksikan Dinas Pertanian agar berkoordinasi cepat dalam merealisasikan sumur dan pembangunan jalan akses.

​Bukan hanya masalah pengairan, hambatan distribusi hasil panen juga dipemicu oleh minimnya ketersediaan Jalan Usaha Tani (JUT). Jalur ini sangat dibutuhkan masyarakat demi mempermudah mobilitas alat pertanian serta pengangkutan komoditas dari area persawahan.

​Di luar sektor pangan utama, potensi tembakau di Desa Karanganyar sebenarnya cukup menjanjikan hingga menembus kemitraan dengan PT Sampoerna di Klaten. Namun, para petani tembakau mengaku masih terkendala keterbatasan rumah pengering dan sarana pascapanen yang terpaksa dipakai bergantian.

​Merespons jajaran aspirasi tersebut, Pemprov Jateng mengimbau para petani untuk segera mengajukan proposal resmi melalui dinas terkait agar pengadaan infrastruktur tahap berikutnya dapat segera diproses.

BACA JUGA: Turun Gunung! Gibran dan Ahmad Luthfi Jenguk 700 Korban Keracunan MBG di Batang

BACA JUGA: Sorak Ribuan Warga Semarang Nobar Timnas Indonesia Bersama Ahmad Luthfi

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: