6 Mobil Listrik untuk Usaha Travel, Ada yang 6–7 Penumpang
PARKIR - Mobil listrik BYD M6 sedang parkir depan rumah, mobil ini di gadang-gadang cocok untuk usaha travel antar kota.-radartegal.com/ai-
radartegal.com - Mobil listrik mulai menarik perhatian pelaku usaha travel karena menawarkan biaya energi yang berpotensi lebih rendah dibandingkan mobil bermesin bensin atau diesel.
Untuk bisnis travel, penggunaan kendaraan bukan sekadar soal bisa berjalan jauh, tetapi juga harus mampu membawa penumpang dengan nyaman setiap hari.
Karena itu, memilih mobil listrik untuk usaha travel perlu mempertimbangkan kapasitas kabin, jarak tempuh, kenyamanan, ruang bagasi, hingga kelas layanan yang ingin ditawarkan.
Apalagi jika mobil digunakan untuk perjalanan antarkota seperti Tegal-Jakarta, Tegal-Semarang, maupun berbagai rute Pantura yang membuat kendaraan bekerja cukup intensif.
BACA JUGA: 5 Mobil Listrik Mungil Murah 2026, Cocok Buat Selap-selip di Tengah Macet Kota
BACA JUGA: 4 Mobil Listrik Kecil yang Cocok untuk Gang Sempit dan Komplek Perumahan
Berikut daftar rekomendasi mobil listrik yang bisa dipertimbangkan untuk usaha travel, mulai dari MPV listrik dengan harga lebih terjangkau hingga kendaraan premium untuk layanan VIP.
Daftar Mobil Listrik untuk Usaha Travel
1. BYD M6
BYD M6 menjadi salah satu pilihan yang menarik bagi pengusaha travel yang membutuhkan mobil listrik dengan format MPV.
Kendaraan ini tersedia dalam konfigurasi 6 hingga 7 penumpang sehingga lebih relevan untuk kebutuhan membawa banyak penumpang dibandingkan mobil listrik berkapasitas lima orang.
BYD M6 memiliki pilihan jarak tempuh sekitar 420 hingga 530 km NEDC, tergantung varian. Harga yang tercantum mulai sekitar Rp395 jutaan untuk varian tertentu.
Keunggulan utamanya untuk bisnis travel adalah kombinasi kapasitas penumpang, karakter MPV dan jarak tempuh yang cukup panjang di atas kertas.
BACA JUGA: Suzuki e-Sky Terdaftar di Indonesia, Seperti Apa Mobil Listrik Mungil Ini?
BACA JUGA: Daftar Mobil Listrik Subsidi Murah 2026, Harga Mulai Rp155 Jutaan
Namun, pengusaha tetap perlu memperhitungkan kondisi jalan, penggunaan AC, jumlah penumpang, kecepatan kendaraan, serta kondisi baterai karena jarak tempuh nyata dapat berbeda dari angka pengujian.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



