Tertemper Kereta Api, Warga di Pemalang Terpental Hingga 50 Meter
--
PETARUKAN, radartegal.com, - Seorang warga dikabarkan meninggal dunia setelah tertemper kereta api di perlintasan rel wilayah Desa Sirangkang, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Sabtu, 26 September 2026, sekitar pukul 08.50 WIB. Korban meninggal setelah terpental hingga sekitar 50 meter dari titik kejadian.
Insiden tersebut terjadi di petak jalan kereta api Petarukan–Comal (Pta–Cml) KM 109+500. Informasi yang dihimpun, saat kejadian korban diketahui sedang berjalan melintasi jalur rel dari arah barat menuju timur.
Kapolsek Petarukan AKP Amroni, S.H., M.H membenarkan peristiwa kecelakaan yang mengakibatkan seorang pejalan kaki meninggal dunia setelah tertemper kereta api. Menurut AKP Amroni, kejadian bermula ketika KA KP 11290 dengan lokomotif CC 206 13 05 melaju dari arah barat menuju timur.
"Ya benar, kereta api tersebut dikemudikan masinis bernama Umar Said dengan asisten masinis Kusnendar. Pada saat bersamaan, korban sedang berjalan melintasi jalur rel di lokasi kejadian," katanya.
BACA JUGA: Cari Rongsok, Pria Meninggal Tertemper Kereta Api di Brebes
BACA JUGA: Kecelakaan Maut di Pekalongan, Bocah Tertemper KA Airlangga Usai Mengaji
Menurutnya, seorang saksi bernama Yasin Yusuf sempat berupaya memperingatkan korban dengan berteriak. Namun, peringatan tersebut tidak didengar korban hingga akhirnya korban tertemper kereta api tidak dapat dihindari.
"Pada saat kejadian, korban sedang berjalan dari arah barat menuju timur di perlintasan kereta api. Saksi atas nama Yasin Yusuf sempat berteriak memperingatkan korban, namun korban tidak mendengar," jelas AKP Amroni.
Akibat tertemper kereta api tersebut, korban terpental sekitar 50 meter dari titik awal kejadian. Korban dinyatakan meninggal dunia akibat insiden tersebut. Setelah kejadian, pelapor melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Petarukan untuk penanganan lebih lanjut.
Usai menerima laporan pihak kepolisian langsung menindaklanjuti kejadian kecelakaan di jalur kereta api tersebut. Peristiwa tragis ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika berada di sekitar jalur rel kereta api.
Masyarakat diimbau untuk selalu memastikan kondisi jalur benar-benar aman sebelum melintasi rel serta tidak mengabaikan peringatan saat kereta api akan melintas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



