Sharp Giga Fest

Pemprov Jateng Tawarkan 19 Proyek Rp14,9 T di CJIBF 2026

Pemprov Jateng Tawarkan 19 Proyek Rp14,9 T di CJIBF 2026

INVESTASI - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menawarkan 19 proyek hijau senilai Rp14,9 triliun di CJIBF 2026 Jakarta. -Gemini AI-

SEMARANG, radartegal.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) kembali menegaskan komitmennya dalam menjemput bola ke pusat investor. Melalui gelaran Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026, Pemprov Jateng siap menawarkan 19 proyek investasi pilihan dengan total nilai mencapai Rp14,9 triliun.

Forum bisnis strategis ini dijadwalkan berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Langkah ini menjadi bagian dari strategi aktif pemerintah daerah untuk memperkuat daya tarik Jawa Tengah sebagai destinasi utama investasi nasional maupun internasional.

Kabar mengenai kesiapan gelaran tersebut disampaikan langsung oleh Pengarah Perencanaan, Pengembangan, dan Promosi Penanaman Modal DPMPTSP Jawa Tengah, Rutty Yosika, dalam sesi dialog di Studio Jateng Online Radio pada Senin (24/8/2026).

Sinergi Lintas Lembaga dan Fokus Berkelanjutan

Gelaran CJIBF 2026 merupakan buah kerja sama antara Pemprov Jateng dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah yang tergabung dalam wadah Koridor Ekonomi Perdagangan, Investasi, dan Pariwisata (Keris Jateng). 

BACA JUGA:Transportasi Jateng Makin Modern, Taksi Listrik Mengaspal hingga Trans Jateng Terintegrasi Gojek

BACA JUGA:Astra Motor Jateng Dukung Posyandu dengan Sarana Kesehatan dan Peluncuran Program 6 SPM

Forum koordinasi ini melingkupi jajaran Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

Tahun ini, CJIBF mengusung tema Sustainable Development atau Pembangunan Berkelanjutan. Pemilihan tema tersebut menjadi jawaban konkret Jawa Tengah atas pergeseran tren global yang menuntut penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG).

Pemprov Jateng berupaya merespons tantangan iklim investasi global dengan memprioritaskan proyek yang berwawasan lingkungan, akselerasi transisi energi terbarukan, serta optimalisasi konsep ekonomi sirkular.

Kurasi Ketat Proyek IPRO yang Siap Digarap

Tidak sekadar pameran, CJIBF 2026 dirancang sebagai matching business yang mempertemukan secara langsung para pemilik proyek dengan calon investor potensial. Selain itu, peluang investasi di berbagai kawasan industri terpadu di Jawa Tengah juga turut dipaparkan.

BACA JUGA:Ramah Penyandang Disabilitas, Job Fair Hari Jadi ke-81 Jateng Sediakan 4.817 Lowongan Kerja

BACA JUGA:Strategi Jateng Entaskan Kemiskinan, Pemuda Dibekali Keterampilan Digital

Rutty Yosika mengungkapkan bahwa seluruh peluang yang disajikan telah melewati tahap penyaringan ketat. Proyek-proyek tersebut berstatus Investment Project Ready to Offer (IPRO), yang menandakan kesiapan menyeluruh untuk ditawarkan dan segera direalisasikan oleh pemodal.

Sebanyak 19 proyek IPRO yang ditawarkan tersebar di pelbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Sektor-sektor unggulan yang ditawarkan mencakup energi, manufaktur industri, perikanan, pariwisata, pengelolaan sampah terpadu, hingga infrastruktur kesehatan.

Dorong Pembukaan Lapangan Kerja dan Kesejahteraan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: