Pantauan Harga Pangan Tegal: Daging Ayam dan Telur Naik Imbas MBG
PEDAGANG AYAM – Pedagang daging ayam di Blok C Pasar Pagi Kota Tegal. Harga daging ayam dan telur di Tegal terus merangkak naik setelah program MBG kembali aktif.-K. Anam Syahmadani/Radar Tegal Grup-
TEGAL, radartegal.com - Harga komoditas pangan utama, khususnya daging ayam ras dan telur ayam di Kota Tegal, merangkak naik usai libur sekolah berakhir pada akhir Juli 2026. Lonjakan harga ini terdorong oleh meningkatnya permintaan pasar seiring dimulainya kembali distribusi porsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk para siswa.
Ringkasan Singkat
- Kenaikan Daging Ayam: Melonjak signifikan dari kisaran Rp33.000–Rp34.000 menjadi Rp42.000 per kilogram.
- Kenaikan Telur Ayam: Naik bertahap sebesar Rp1.000, dari Rp23.500 menjadi Rp24.500 per kilogram dalam dua pekan terakhir.
- Penyebab Utama: Lonjakan serapan bahan baku pangan oleh katering penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pascalibur sekolah.
- Aspirasi Pedagang: Mengharapkan harga daging ayam kembali stabil di kisaran ideal Rp35.000–Rp38.000 per kilogram agar tidak menggerus modal usaha dan daya beli masyarakat.
Efek Domino Program MBG Terhadap Harga Pangan Pasar
Kembalinya operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah berimbas langsung pada pergerakan harga bahan pokok di pasar tradisional Kota Tegal, Jawa Tengah. Peningkatan serapan bahan pangan oleh pihak penyedia jasa katering sekolah memicu lonjakan permintaan yang cukup signifikan dalam waktu singkat.
Berdasarkan pantauan langsung di Blok C Pasar Pagi Kota Tegal pada Jumat (31/7/2026), aktivitas transaksi belanja harian tampak cenderung lengang. Sejumlah pedagang mengeluhkan kenaikan harga modal dari distributor yang berlangsung sangat cepat sehingga menekan volume penjualan harian mereka.
BACA JUGA:Kondisi Blok C Pasar Pagi Tegal Memprihatinkan, Pedagang Khawatir Bangunan Ambruk
BACA JUGA:Cegah Keracunan Pangan, Pemkab Tegal Gelar Kursus Keamanan Pangan Siap Saji
Daging Ayam Menyentuh Rp42.000 per Kilogram
Selama masa libur sekolah ketika Program MBG dihentikan sementara, harga eceran daging ayam ras di Pasar Pagi sempat melandai rileks di kisaran Rp33.000 hingga Rp34.000 per kilogram. Namun, begitu persiapan dan operasional program gizi tersebut berjalan kembali, harga merangkak naik secara bertahap hingga menyentuh angka Rp42.000 per kilogram.
Sri (53), pedagang daging ayam asal Kelurahan Margadana yang telah berjualan lebih dari 30 tahun di Pasar Pagi, menuturkan bahwa penyesuaian harga dari pihak pemasok sudah terasa beberapa hari sebelum aktivitas persekolahan dimulai.
"Sejak program MBG mau jalan lagi, harga sudah mulai naik sekitar Rp1.000 per kilogram setiap harinya sampai sekarang menyentuh Rp42.000," ujar Sri saat ditemui di lapaknya.
Sri menambahkan, lonjakan harga yang terlalu tinggi membebankan modal kerja pedagang. Di sisi lain, pembeli dari kalangan rumah tangga cenderung menahan diri atau menguraikan porsi belanja. Menurutnya, kisaran harga ideal daging ayam di tingkat eceran berada pada angka Rp35.000 hingga Rp38.000 per kilogram agar perputaran modal tetap aman dan konsumen tidak sepi.
BACA JUGA:Sokong Swasembada Pangan Nasional, Kabaharkam Polri Tanam Jagung di Indramayu
BACA JUGA:Sokong Ketahanan Pangan Jateng, Bendungan Jlantah Resmi Beroperasi
Harga Telur Ayam Ras Ikut Merangkak Naik
Tren kenaikan juga dialami komoditas telur ayam ras. Jes (40), pedagang telur asal Bandung yang beroperasi di lokasi yang sama, mencatat adanya kenaikan harga dari Rp23.500 menjadi Rp24.500 per kilogram dalam tempo dua minggu terakhir.
"Kenaikannya sekitar Rp1.000 per kilogram. Pergerakan harga telur memang cepat dan sulit diprediksi karena sangat bergantung pada kondisi pasokan serta permintaan pasar," kata Jes.
Analisis Singkat
Apa yang terjadi?
Terjadi penyesuaian harga ke atas pada komoditas daging ayam ras dan telur ayam di pasar tradisional Kota Tegal setelah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali aktif pascalibur sekolah.
Mengapa hal ini penting?
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
