Bertaruh Nyawa Sembari Kepung Api, Kondisi Damkar Tegal Krisis Peralatan
KRISIS PERALATAN- Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tegal hingga kini masih berjibaku menghadapi kebakaran dengan keterbatasan perlengkapan keselamatan.-Yeri Noveli-
SLAWI, radartegal.com — Komitmen kemanusiaan yang tinggi dari para garda terdepan penjinak amukan si jago merah di wilayah Tegal kini tengah diuji oleh rintangan operasional yang sangat memprihatinkan. Di tengah meroketnya grafik angka kasus karhutla selama puncak musim kemarau, fakta miris di lapangan menunjukkan bahwa keselamatan jiwa para petugas terancam akibat problem Damkar Tegal krisis peralatan pelindung diri.
Keluhan mengenai kondisi Damkar Tegal krisis peralatan evakuasi tersebut dibenarkan langsung secara kedinasan oleh otoritas Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tegal pada Kamis, 30 Juli 2026.
Kepala Satpol PP Kabupaten Tegal Agus Sukoco melalui Plt. Kabid Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Titin Hayati, memaparkan bahwa potret kedaruratan sarana penunjang ini mencakup minimnya ketersediaan baju tahan panas standar militer.
Lebih memprihatinkan lagi, skuad penolong ini sama sekali belum memiliki inventaris pakaian tahan api mutlak untuk menerobos episentrum kobaran api utama di dalam gedung. Pasokan helm pelindung kepala yang tersedia di gudang logistik juga sangat terbatas, bahkan sebagian besar komponennya kedapatan telah mengalami kerusakan fisik struktural yang parah.
BACA JUGA: Edukasi Keselamatan, Ratusan Siswa SMP Ma'arif NU Dukuhwaru Tegal Digembleng Damkar
BACA JUGA: Kebakaran Hutan Terjadi di Bukit Gombong Kiriman Beluk Pemalang, Damkar Antisipasi Insiden Susulan
Persoalan krusial juga menerpa ketersediaan alat bantu pernapasan mandiri atau Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA) yang berfungsi menyuplai kebutuhan oksigen bersih petugas. Sebagian besar tabung pernapasan darurat tersebut dilaporkan telah mengalami korosi besi berkarat serta mengalami kebocoran instalasi selang yang sangat membahayakan paru-paru personel.
Selain problem logistik rompi, lini pertahanan sipil ini juga dihantam kendala keterbatasan kuota personel lapangan yang tidak sebanding dengan luas wilayah pelayanan publik. Untuk menopang keselamatan ratusan ribu jiwa warga di belasan kecamatan, armada truk tangki air yang disiagakan hanya berjumlah lima unit dengan kondisi mesin tua rapuh.
Potret ketimpangan ini menjadi alarm keras bagi para pemangku kebijakan daerah agar segera mengucurkan intervensi anggaran perubahan belanja modal. Semboyan suci "Pantang Pulang Sebelum Padam" tidak boleh disalahartikan sebagai draf paksaan untuk menumbalkan nyawa para pekerja sosial di tengah kobaran api.
Pihak dinas berharap usulan pengadaan baju tahan api baru dan peremajaan tangki armada pemadam dapat disetujui dalam draf APBD perubahan Agustus mendatang. Langkah proteksi ini dinilai sama pentingnya dengan keberhasilan taktis menjinakkan amukan api guna memberikan rasa aman bagi warga serta jaminan keselamatan kerja yang layak bagi anggota.
BACA JUGA: Kebakaran di Pagerbarang Tegal: Rumah Warga Hangus Dini Hari, Damkar Berjibaku Dua Jam
BACA JUGA: Detik-detik Tukang di Mintaragen Tegal Terjatuh dari Atap Gym, Damkar Butuh 1 Jam untuk Evakuasi
Memasuki sisa siklus kemarau panjang, Titin mengimbau warga untuk melipatgandakan kewaspadaan mandiri guna meminimalisir pemicu kebakaran domestik. Publik diminta menghentikan aktivitas pembakaran sampah terbuka tanpa pengawasan, mengecek instalasi kompor gas, serta merutinkan peremajaan kabel jaringan listrik rumah minimal setiap lima tahun sekali.
FAQ: Potret Kedaruratan Operasional Damkar Tegal Krisis Peralatan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


