Fasum dan Pemukiman Terdampak Tanah Bergerak di Brebes

Fasum dan Pemukiman Terdampak Tanah Bergerak di Brebes

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes mencatat sejumlah faislitas umum dan pemukiman warga terdampak akbiat bencana tanah bergerak di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kamis 23 Juli 2026.(istimewa)--

BREBES, radartegal.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes mencatat sejumlah faislitas umum dan pemukiman warga terdampak akbiat bencana tanah bergerak di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kamis 23 Juli 2026. 

Hasil survei lapangan yang dilakukan pada Kamis menunjukkan kerusakan rumah dan fasilitas umum bertambah dibandingkan saat kejadian pertama pada Februari 2022.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Brebes, Wibowo Budi Santoso mengatakan pihaknya telah melakukan asesmen di beberapa titik yang terdampak. Bersama Pemerintah Desa Cilibur, lokasi yang disurvei meliputi Dukuh Legok, Dukuh Benda, Dukuh Ciduwo, Dukuh Karanggandul, serta Dukuh Kumambang.

Menurutnya, hasil pendataan sementara mencatat sebanyak 118 rumah warga terdampak pergerakan tanah. Rinciannya, 18 rumah di Dukuh Benda, 36 rumah di Dukuh Ciduwo, 16 rumah di Dukuh Karanggandul, 31 rumah di Dukuh Kumambang RT 04, dan 17 rumah di Kumambang RT 06. 

BACA JUGA: Rumah Rusak Berat, Korban Tanah Bergerak Kajen Tegal Terima Bantuan Stimulan Rp15 Juta

BACA JUGA: 176 Paket Sembako dari 154 PNS Disalurkan ke Warga Terdampak Tanah Bergerak di Brebes

Selain itu, sedikitnya lima fasilitas umum juga mengalami kerusakan, termasuk lapangan futsal di Dukuh Legok yang kini dimanfaatkan sebagai jalan darurat.

"Kerusakan tidak hanya terjadi pada rumah warga, tetapi juga fasilitas umum dan jalan desa. Pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh dampak yang ditimbulkan," ujarnya.

Dia menyebutkan, tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Meski begitu, pihaknya mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di lokasi yang berpotensi mengalami pergerakan tanah lebih lanjut.

Sebagai langkah penanganan, BPBD Kabupaten Brebes telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Cilibur, melakukan asesmen lapangan, serta memberikan imbauan kepada warga mengenai potensi bahaya yang masih mengancam.

BACA JUGA: 145 PNS Baru di Brebes Resmi Dilantik, Lalu Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Tanah Bergerak

BACA JUGA: Datangi Pos Pengungsian Padasari Tegal, Rustini Membawa Kebahagiaan untuk Korban Tanah Bergerak

Berdasarkan lokasi di lapangan, relokasi menjadi salah satu solusi jangka panjang yang perlu dipertimbangkan untuk melindungi masyarakat dari risiko bencana yang terus berkembang.

"Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, sehingga diperlukan penanganan jangka panjang melalui dukungan berbagai pihak," katanya.

Dalam hal ini, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk terus memantau perkembangan kondisi lingkungan sekitar. Kemudian meminta lapor ke BPBD jika pergerakan tanah terus terjadi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: