Pasar Tradisional di Kota Tegal Sepi Pengunjung, DPRD Desak Terobosan Baru

Pasar Tradisional di Kota Tegal Sepi Pengunjung, DPRD Desak Terobosan Baru

PAPARAN – Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal Zaenal Nurohman memaparkan gagasan terkait sepinya pasar tradisional di Kota Tegal saat mengisi Podcast DPRD.-K. Anam Syahmadani/Radar Tegal Grup-

TEGAL, radartegal.com - Kondisi pasar tradisional di Kota Tegal yang semakin sepi pengunjung memicu keprihatinan mendalam dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal. 

Pihak parlemen menilai, pusat perbelanjaan lokal di Kota Bahari ini terus kehilangan daya tarik akibat kalah bersaing dengan pesatnya pertumbuhan ritel modern, serta minimnya inovasi pengelolaan dari dalam.

Merespons fenomena tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal, Zaenal Nurohman, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal untuk segera merumuskan langkah konkret. 

Menurutnya, dinas terkait harus melahirkan strategi baru agar ekosistem ekonomi kerakyatan ini tidak semakin terpuruk.

BACA JUGA:Wali Kota Tegal dan Wakilnya Hadiri Rakor Bersama KPK: Bahas LP2B dan Optimalisasi Pengelolaan Sampah Jateng

BACA JUGA:MTs Model Ihsaniyah Tegal Gelar Kegiatan Masa Ta'aruf Murid Baru 2026

“Kami melihat di pasar modern tumbuh, tapi sayangnya tidak dibarengi dengan semangat untuk memperbarui strategi-strategi dan inovasi-inovasi yang ada di pasar tradisional,” ujar Zaenal saat memberikan keterangan kepada media.

Revitalisasi Manajemen Kepala Pasar Tradisional di Kota Tegal

Menurut Zaenal, salah satu langkah awal yang krusial untuk membenahi pasar tradisional di Kota Tegal adalah dengan mengubah pola pikir dan manajemen para kepala pasar. 

Peran seorang kepala pasar di era digital saat ini dituntut untuk lebih dinamis dan kreatif, tidak lagi sekadar menjalankan fungsi administratif konvensional.

Politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menekankan beberapa poin penting yang harus diubah dalam tata kelola pasar:

BACA JUGA:Terlacak CCTV, Ini Motif Pembuang Bayi di KA Sancaka Asal Tegal dan Semarang

BACA JUGA:Hadiri Diskusi Panel, Sekda Kota Tegal Ungkap Status Perizinan Helen Night Mart

  • Bukan Sekadar Penarik Retribusi: Kepala pasar harus memosisikan diri sebagai pembina dan pengayom para pedagang, bukan hanya fokus mengejar target setoran daerah.
  • Penggerak Promosi Digital: Manajemen pasar wajib memanfaatkan teknologi, seperti media sosial dan testimoni pengunjung, untuk memasarkan keunggulan pasar ke masyarakat luas.
  • Menjaga Estetika Lingkungan: Berkolaborasi aktif dengan pedagang untuk menciptakan lingkungan belanja yang bersih, indah, dan nyaman agar memikat konsumen muda.

“Jadi, kepala pasar tidak hanya mengais retribusi, tapi bagaimana membina para pedagang dan melakukan usaha promosi,” tegas Zaenal.

Melalui pembenahan manajemen yang humanis, peningkatan promosi yang agresif, serta perbaikan fasilitas lingkungan, DPRD berharap pasar tradisional di Kota Tegal dapat bangkit kembali. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait