Krisis Air Bersih, Ini Daftar Desa Kekeringan di Tegal yang Dipasok PMI
BANTUAN - Sejumlah warga dari desa kekeringan di Tegal mengantre bantuan air bersih dari PMI, Kamis (2/7/2026).-Yeri Noveli/Radar Tegal Grup-
SLAWI, radartegal.com – Musim kemarau kali ini membawa dampak serius bagi masyarakat Kabupaten Tegal. Saat ini, tercatat sedikitnya delapan desa kekeringan di Tegal yang tersebar di empat kecamatan.
Warga desa-desa tersebut mulai mengalami krisis air bersih akibat menyusutnya debit mata air dan mengeringnya sumur.
Merespons jeritan warga yang kesulitan air untuk memasak, mandi, hingga minum, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal bergerak cepat. Hingga Kamis, 2 Juli 2026, PMI telah menggelontorkan bantuan air bersih sebanyak 92 tangki atau setara dengan 368.000 liter.
Ketua PMI Kabupaten Tegal Iman Sisworo, melalui Kepala Markas PMI Kabupaten Tegal Sunarto, menjelaskan bahwa bantuan ini disalurkan untuk meringankan beban ribuan keluarga yang terdampak langsung.
BACA JUGA:Kawasan Tata Ruang Berubah, Rencana Galangan Kapal di Kramat Tegal Disorot
BACA JUGA:Sehari Jelang Panen, Kebakaran Kandang Ayam di Tegal Hanguskan 33 Ribu Ekor
"Total bantuan air bersih yang telah disalurkan mencapai 368.000 liter atau 92 tangki. Bantuan tersebut telah menjangkau 8.342 kepala keluarga atau sekitar 49.069 jiwa. Kami berharap air bersih ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat," ujar Sunarto.
Daftar Wilayah dan Desa Kekeringan di Tegal Terdampak Parah
Distribusi air bersih dilakukan berdasarkan laporan resmi dari pemerintah desa setempat. PMI mengonfirmasi bahwa wilayah terdampak berpotensi meluas jika musim kemarau berlangsung lebih panjang dari perkiraan.
Adapun rincian penyaluran bantuan di delapan desa tersebut meliputi:
- Desa Capar (Kecamatan Jatinegara): 50 tangki (200.000 liter)
- Desa Guci (Kecamatan Bumijawa): 13 tangki (52.000 liter)
- Desa Kertasari (Kecamatan Suradadi): 11 tangki (44.000 liter)
- Desa Kajen (Kecamatan Lebaksiu): 4 tangki (16.000 liter)
- Desa Harjasari (Kecamatan Suradadi): 4 tangki (16.000 liter)
- Desa Jatimulya (Kecamatan Suradadi): 2 tangki (8.000 liter)
- Desa Lembahsari (Kecamatan Jatinegara): 1 tangki (4.000 liter)
- Desa Kaligayam (Kecamatan Talang): 1 tangki (4.000 liter)
Bagi warga setempat, air kini menjadi komoditas yang sangat mewah. Sumur-sumur yang biasanya bertahan hingga pertengahan kemarau, kini sudah kering kerontang di awal musim.
BACA JUGA: Kaji Manuskrip, Misi Penyelamatan Jejak Tegal dari Lembaran Tua yang Rapuh
BACA JUGA:Raih WTP 10 Kali, SILPA 2025 Pemkab Tegal Tetap Dikritik PKS: Masyarakat Butuh Bukti Nyata
Sulastri (48), salah seorang warga Desa Capar, menuturkan betapa berartinya bantuan air yang datang ke desanya.
“Kalau tidak ada kiriman air bersih, kami benar-benar kesulitan. Air sekarang sangat berharga. Semoga bantuan seperti ini terus berlanjut selama kemarau masih berlangsung,” ungkapnya dengan penuh harap.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




