Pemuda Tegal Temukan Situs Kuno di Harjosari Kidul, Diduga Candi Pra Islam
SITUS KUNO - Miftah Wibowo menunjukkan situs kuno yang ditemukan di Dukuh Babadan, Desa Harjosari Kidul, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal. -K. Anam Syahmadani/Radar Tegal Grup-
TEGAL, radartegal.com - Pemuda asli Tegal temukan situs kuno di Desa Harjosari Kidul, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal. Adalah Miftah Wibowo, pemuda yang bergelut pada studi, penyuntingan, penerjemahan, dan interpretasi naskah-naskah kuno atau manuskrip yang menemukan situs kuno tersebut.
Penemuan situs kuno di Harjosari Kidul Kabupaten Tegal berawal saat, Miftah (sapaan akrab Miftah Wibowo), mencari makam leluhurnya. Upaya pencarian makam leluhur tersebut, justru berujung pada penemuan situs kuno.
Situs Kuno di Hargosari Kidul
Di Dukuh Babadan, Desa Harjosari Kidul, Miftah bersama sejawatnya, Akhmad Zubaedi, mendapati sebuah struktur batu bata kuno yang terpendam dalam semak belukar.
Siang itu, pemuda Desa Dukuhdamu, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, tengah menelusuri tempat peristirahatan terakhir seorang tokoh yang berkaitan dengan berdirinya Dukuh Sanjar, sebuah pedukuhan yang menjadi bagian dari Desa Dukuhdamu sekarang.
BACA JUGA:Jelang Kenaikan Isa Almasih, Polisi Sterilisasi Gereja di Tegal
BACA JUGA:Akibat Bendung Cipero Tegal Jebol, Hasil Panen Petani Anjlok Hingga Tinggal 1 Ton
Dia adalah Kiai Sanjar, yang dalam silsilahnya menurunkan keturunan mengalir hingga Kiai Trondol atau H Mukdi Anwar yang dimakamkan di Dukuh Sanjar.
Namun, Kiai Sanjar memiliki wasiat ingin dimakamkan di Kalisoka, bersama leluhurnya. Bukan di Komplek Pemakaman Pangeran Purbaya, melainkan di daerah seberangnya.
Di sebelah timur Kali Bebek. Satu-satunya tempat pemakaman di seberang kali yang mememisahkan Kalisoka dan Harjosari Kidul itu ada di Dukuh Babadan. Sebuah tempat pemakaman tua yang dikelililing pohon bambu dan batu.
Kali Bebek pun diseberangi. Setibanya di tempat pemakaman Dukuh Babadan, Miftah mencoba melacak jejak Kiai Sanjar lewat nisan yang paling tua. Sebagian besar menggunakan bata besar. Ukurannya mengingatkan pada bata kuno, seperti yang biasa ditemukan pada struktur candi.
BACA JUGA:Niat Jadi TKI ke Turki, Pemuda Asal Kebumen Ditemukan Terlantar di Tegal
BACA JUGA:Akselerasi Infrastruktur: Bupati Tegal Ischak Tinjau Jalan Balamoa–Kemantran dan Bendungan Cipero
“Saya bertanya pada Bung Baedi (sapaan akrab Zubaedi). Dia hanya menggeleng. Kami sama-sama asing di sini,” tutur Miftah saat meninjau ke lokasi bersama Radar Tegal, Senin, 11 Mei 2026.
Penuturan Pencari Rumput
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


