Perlancar Pembangunan Sekolah Rakyat di Brebes, Jembatan Bailey Dipasang

Perlancar Pembangunan Sekolah Rakyat di Brebes, Jembatan Bailey Dipasang

Guna memperlancar pembangunan Sekolah Rakyat di Brebes, jembatan bailey dipasang.(Istimewa)--

BREBES, radartegal.com - Guna memperlancar pembangunan Sekolah Rakyat di Brebes, jembatan bailey dipasang. Pemasangan ini sebagai akses memperlancar menuju lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Wlahar Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes

Akses menuju lokasi pembangunan menjadi salah satu tantangan yang dihadapi selama ini. Namun, kendala tersebut kini teratasi berkat dukungan dari Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

"Alhamdulillah, dengan terpasangnya Jembatan Bailey di lokasi pembangunan Sekolah Rakyat diharapkan dapat memperlancar akses dan mendukung percepatan proses pembangunan. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung fasilitas penunjang demi kelancaran pembangunan Sekolah Rakyat untuk kepentingan masyarakat," kata Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma saat dikonfirmasi, kemarin.

Sebelumnya , Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma didampingi Wakil Bupati Wurja Brebes serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, melakukan kunjungan monitoring langsung ke lokasi pembangunan, Senin (27/4/2026) petang.

BACA JUGA: Sekolah Rakyat di Brebes Dibangun, Bantu Anak Putus Sekolah Dapat Pendidikan

BACA JUGA: Pembangunan Sekolah Rakyat Brebes Dikebut, Satu Lokal Ditargetkan Rampung Juni

Dalam peninjauannya, Bupati Paramitha menyampaikan bahwa hingga saat ini progres pembangunan fisik telah mencapai angka 4 persen. Proses pembangunan juga terus dikebut oleh pekerja dengan jadwal operasional yang panjang, mulai pukul 06.00 pagi hingga pukul 22.00 malam.

"Alhamdulillah, kami beserta para OPD terkait dan Wakil Bupati telah melihat langsung progres perkembangannya. Pengerjaan dilakukan dari jam 6 pagi sampai jam 10 malam," ujar Bupati Paramitha. 

Lebih lanjut dijelaskannya, pembatasan waktu kerja hingga pukul 22.00 WIB hal ini lantaran lokasi sekolah rakyat ini berdekatan dengan pemukiman warga. Meski begitu, pihaknya memastikan efisiensi kerja tetap dijaga agar target penyelesaian tidak meleset. 

"Karena dekat dengan pemukiman, kami pertimbangkan agar tidak terlalu mengganggu jam istirahat masyarakat. Tapi ya dimaksimalkan seefektif mungkin, insyaallah target Juni 2026 bisa selesai," tegasnya. 

BACA JUGA: Babak Baru Kolaborasi, KP2MI-Kemensos Sinergikan Kelas Migran dan Sekolah Rakyat

BACA JUGA: Sekolah Rakyat di Jateng Jadi Cara untuk Entaskan Kemiskinan

Sementara itu, perwakilan dari Dinas PUPR Jawa Tengah, Eko, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada. "Kita tetap optimal bekerja di sini sampai target yang sudah ditetapkan tercapai. Segala upaya kami kerahkan agar target tersebut tetap tercapai dan bisa segera dimanfaatkan oleh anak didik untuk pendidikannya ke depan," pungkasnya. 

Dengan adanya dukungan infrastruktur tambahan berupa jembatan Bailey, diharapkan arus logistik material dan mobilitas pekerja akan semakin lancar, sehingga Sekolah Rakyat yang menjadi harapan baru bagi anak-anak kurang mampu ini dapat segera dioperasikan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: