Glotak Gratis! Meriahnya Festival Kuliner Khas Tegal di Masjid Al Ikhlas Pengabean

Glotak Gratis! Meriahnya Festival Kuliner Khas Tegal di Masjid Al Ikhlas Pengabean

KHAS TEGAL- Glotak, kuliner berbahan dasar gembus (ampas tahu) dengan cita rasa pedas gurih yang melegenda, disajikan sebagai menu utama oleh para peserta festival.--

DUKUHTURI, radartegal.com – Kemeriahan momen Syawalan 1447 Hijriyah di Kabupaten Tegal kembali diwarnai dengan aroma khas kuliner tradisional. Takmir Masjid Al Ikhlas Perumahan Griya Santika, Desa Pengabean, Kecamatan Dukuhturi, sukses menggelar Festival Glotak ke-9 pada Minggu, 29 Maret 2026.

Festival tahunan ini diikuti oleh enam stan yang mewakili tiap-tiap RT di lingkungan RW 03. Uniknya, festival ini memadukan esensi silaturahmi Idulfitri dengan pemberdayaan ekonomi lokal melalui makanan khas Tegal.

Glotak: Kuliner Ikonik Tegal yang Jadi Bintang Utama

Glotak, kuliner berbahan dasar gembus (ampas tahu) dengan cita rasa pedas gurih yang melegenda, disajikan sebagai menu utama oleh para peserta. Setiap stan menghidangkan Glotak dengan kreasi makanan dan minuman pendukung yang ditata apik di selasar masjid.

Ketua Takmir Masjid Al Ikhlas Ustaz Heru Sukmaji SPt, menjelaskan bahwa kegiatan ini telah menjadi tradisi rutin satu minggu setelah Hari Raya Idulfitri.

BACA JUGA: LinkUMKM BRI Besarkan Kuliner Tradisional Baso Aci Tercabaikan Bandung

BACA JUGA: 12 Warung Kuliner Malam di Semarang, Enak, Murah, dan Buka Hingga Dini Hari

"Ini adalah tahun ke-9 penyelenggaraan. Festival Glotak bukan sekadar acara makan bersama, tapi bagian dari tradisi syawalan yang kami sesuaikan dengan kearifan lokal kekinian," ujar Ustaz Heru.

Sinergi Budaya, Religi, dan Ekonomi

Tak hanya unjuk kelezatan masakan, panitia memastikan setiap warga yang hadir dapat menikmati hidangan Glotak secara gratis sesuai dengan jumlah ketersediaan di masing-masing stan.

Acara ini juga diisi dengan:

  • Kajian Religi: Menghadirkan penceramah untuk memperkuat spiritualitas warga.
  • Pemberdayaan UMKM: Mendorong warga untuk lebih mencintai dan mengembangkan potensi kuliner khas.
  • Silaturahmi Antar-RT: Mempererat kerukunan warga di lingkungan RW 03.

BACA JUGA: Bikin Nagih, 7 Kuliner Legendaris di Pekalongan yang Wajib Dicoba Wisatawan

BACA JUGA: Daftar Street Food Simpang Lima Semarang, Surganya Kuliner Malam Murah Meriah 2025

Ketua RW 03 Ustaz Eko Budiarso LC, menambahkan bahwa kesuksesan festival ini kini telah mulai diadopsi hingga tingkat desa.

"Kami berharap acara ini menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga agar kuliner khas Tegal tidak punah tergerus zaman," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: