Jelang Lebaran 2026, Sumanto Minta Pemprov Jateng Tindak Tegas Penimbun Sembako
STABILITAS HARGA- Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto memberikan instruksi tegas kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.-Istimewa-
radartegal.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto, memberikan instruksi tegas kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Langkah ini diambil guna memastikan masyarakat tidak terbebani oleh lonjakan harga yang kerap terjadi di masa puncak konsumsi.
Pantau Distribusi dan Cegah Penimbunan
Sumanto menekankan pentingnya pengawasan intensif terhadap rantai distribusi, mulai dari tingkat distributor hingga pasar tradisional. Hal ini bertujuan untuk menutup celah bagi para spekulan yang mencoba menimbun barang.
"Stabilitas harga harus dijaga agar masyarakat tidak terbebani menjelang Idul Fitri. Kebutuhan rumah tangga pasti meningkat, maka pengawasan harus diperketat," ujar Sumanto di Semarang.
Beberapa poin utama yang ditekankan dalam koordinasi Pemprov Jateng meliputi:
BACA JUGA: Korban Tanah Bergerak Padasari Tegal Dapat Bantuan Sarung hingga Sandal untuk Lebaran 2026
BACA JUGA: BSI Operasikan 162 Cabang dan Siapkan Rp45 Triliun Uang Tunai Selama Libur Lebaran
- Pemantauan Stok: Memastikan ketersediaan beras, minyak goreng, gula, dan telur tetap aman.
- Antisipasi Spekulan: Melibatkan pihak berwajib untuk menindak oknum yang sengaja menahan barang demi menaikkan harga.
- Operasi Pasar: Menyarankan pemerintah daerah menggelar pasar murah jika terjadi lonjakan harga yang signifikan.
Keseimbangan Harga untuk Konsumen dan Penjual
Politisi PDI Perjuangan ini juga mengingatkan bahwa kebijakan harga harus bersifat adil bagi kedua belah pihak.
"Naik turunnya harga sering ditentukan suplai. Pemerintah perlu menjaga agar kenaikan tidak memberatkan masyarakat, namun harganya juga jangan terlalu murah agar penjual tidak merugi," tambahnya.
Imbauan: Belanja Bijak, Stop Panic Buying
Selain pengawasan dari sisi pemerintah, Sumanto mengimbau masyarakat Jawa Tengah untuk menjadi konsumen yang cerdas. Fenomena panic buying atau aksi borong justru akan memperburuk situasi pasar.
BACA JUGA: Siap Layani Pemudik, Posko Terpadu Lebaran 2026 di Jateng Mulai Beroperasi
BACA JUGA: Operasi Ketupat Candi 2026: Polres Tegal Siagakan 720 Personel dan 10 Pos Pengamanan Lebaran
"Masyarakat jangan panic buying, pedagang juga jangan mremo (menaikkan harga secara tidak wajar). Belanja sesuai kebutuhan agar harga tetap wajar," pungkasnya.
Berdasarkan data terkini, pasokan sejumlah komoditas penting di Jawa Tengah dinilai masih dalam kondisi aman untuk mencukupi kebutuhan masyarakat hingga hari raya nanti.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


