Bahaya Tanah Gerak Sirampog, Gubernur Ahmad Luthfi Larang Warga Brebes Kembali ke Rumah

Bahaya Tanah Gerak Sirampog, Gubernur Ahmad Luthfi Larang Warga Brebes Kembali ke Rumah

RELOKASI- Gubernur Jateng Ahmad Luthfi melarang warga terdampak tanah gerak di Sirampog, Brebes kembali ke rumah karena tanah labil. Pemerintah siapkan opsi relokasi.-Istimewa-

SIRAMPOG, radartegal.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, memberikan peringatan keras kepada warga korban bencana tanah gerak di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan SIRAMPOG, Kabupaten Brebes. Dia meminta warga untuk tidak kembali ke rumah masing-masing karena kondisi tanah yang dinilai masih sangat labil dan berpotensi membahayakan keselamatan.

Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur saat meninjau lokasi pengungsian pada Rabu 18 Februari 2026.

"Jangan kembali ke rumah. Biar nanti pemerintah yang urus," tegas Luthfi di hadapan para pengungsi guna mencegah terjadinya korban jiwa akibat susulan pergerakan tanah.

Kondisi Pengungsian di Desa Sridadi

Saat ini, pusat pengungsian warga dialokasikan di Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al Munawwir, Dukuh Limbangan, Desa Sridadi. Tercatat sebanyak 37 kepala keluarga atau sekitar 65 jiwa tengah bertahan di fasilitas tersebut.

BACA JUGA: Wagub Minta Pembangunan Huntara Pengungsi Tanah Bergerak Tegal Dipercepat

BACA JUGA: Jemput Bola Adminduk: Disdukcapil Bantu Warga Terdampak Tanah Bergerak Padasari Tegal

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi oleh Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma. Selain berdialog untuk menyerap aspirasi warga, Gubernur juga menyerahkan bantuan secara simbolis untuk meringankan beban para penyintas.

Data Kerusakan Akibat Tanah Gerak Sirampog

Berdasarkan data terbaru dari pemerintah daerah, bencana yang terjadi sejak 30 Januari 2026 ini telah memberikan dampak yang signifikan:

  • Rumah Terdampak: 143 unit rumah.
  • Warga Terdampak: 175 kepala keluarga (532 jiwa).
  • Infrastruktur: Jalan desa amblas sepanjang kurang lebih 700 meter, memutus akses mobilitas utama.
  • Fasilitas Umum: Kerusakan pada Masjid Masroatul Khasanah, Mushola Al Ikhlas, PAUD Bina Suhada, dan TPQ Masroatul Khasanah.

Jaminan Layanan Dasar dan Opsi Relokasi

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan bahwa kebutuhan dasar pengungsi akan terus terpenuhi selama masa tanggap darurat. Layanan kesehatan, dukungan pendidikan bagi anak-anak, hingga dapur umum telah disiagakan untuk menjamin distribusi logistik yang lancar.

BACA JUGA: Tinjau Lokasi Tanah Bergerak Padasari Tegal, Ketua MPR RI: Kami Datang Bawa Simpati dan Sayang

BACA JUGA: Bencana Tanah Bergerak Desa Kajen Tegal: 54 Rumah Terdampak, Evakuasi Terus Dipacu

Setelah meninjau posko, Gubernur Ahmad Luthfi menggelar rapat koordinasi bersama dinas terkait dari tingkat kabupaten maupun provinsi. Fokus utama rapat tersebut adalah membahas percepatan penanganan dan langkah jangka panjang, termasuk opsi relokasi ke wilayah yang lebih aman.

"Kita cari solusi permanen agar warga tidak lagi dihantui risiko pergerakan tanah di masa depan," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait