Ketua MPR RI Cek Jembatan ekoproyo hingga Lahan Huntara Pengungsi Padasari Tegal

Ketua MPR RI Cek Jembatan ekoproyo hingga Lahan Huntara Pengungsi Padasari Tegal

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani mendengarkan penjelasan dari Kalak BPBD Kab. Tegal M Afifudin terkait penanganan bencana-radar tegal-Poto : doc. Prokompin Kab. Tegal

JATINEGARA, radartegal.com – Menyusul kunjungan Wapres RI dan Menteri PUPR, Senin, 14 Februari 2026 Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani melakukan rangkaian kunjungan di lahan untuk huntara pengungsi Padasari di Desa Capar. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pemantauan progres penanganan bencana yang hasilnya akan dilaporkan kepada pemerintah pusat sebagai bahan pengambilan kebijakan lanjutan.

Selain cek lokasi lahan hunian sementara (huntara) pengungsi Padasari, Ketua MPR RI juga meninjau jembatan putus di Desa Bengle, Kecamatan Talang, serta titik bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal.

Dalam kunjungannya tersebut, Muzani yang asli putra daerah Tegal didampingi oleh jajaran kementerian, anggota DPR RI, serta Pemerintah Kabupaten Tegal. Peninjauan dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak bencana akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Jembatan Ekoproyo yang terputus akibat derasnya arus Sungai Gung pada Selasa malam, 10 Februari 2026. Meski terdapat jembatan sejenis yang lebih besar di sebelahnya, namun “jembatan lama” yang terseret arus tersebut masih digunakan dan tetap menjadi salah satu infrastruktur penting bagi mobilitas warga.

BACA JUGA:Perjuangan Ibu Hamil di Tegal: Terjang Banjir Sidaharja Pakai Perahu Demi Menuju Rumah Sakit

BACA JUGA:Bencana Tanah Bergerak Desa Kajen Tegal: 54 Rumah Terdampak, Evakuasi Terus Dipacu

Dalam dialog bersama pemerintah daerah dan masyarakat setempat, warga tetap berharap jembatan segera diperbaiki agar aktivitas ekonomi dan sosial kembali berjalan normal.

“Masyarakat tetap berharap jembatan ini dapat dibangun kembali karena sangat penting bagi mobilitas warga,” ujar Muzani.

Selanjutnya, rombongan meninjau Desa Padasari yang terdampak fenomena tanah bergerak. Pemerintah Kabupaten Tegal bersama instansi terkait telah melakukan pendataan serta menyiapkan langkah mitigasi.

Berdasarkan kajian ahli geologi, wilayah terdampak tidak direkomendasikan untuk dijadikan hunian maupun aktivitas lainnya.

BACA JUGA:Suradadi Tegal Banjir Parah! 2.300 Rumah di 3 Desa Terendam Luapan 2 Sungai

BACA JUGA:Bencana Tanah Bergerak Padasari Tegal Meluas: 900 Rumah Terdampak, 2.546 Jiwa Terpaksa Mengungsi

“Lokasi ini tidak direkomendasikan untuk ditempati, baik untuk tempat tinggal, kegiatan ibadah, pendidikan, maupun aktivitas lainnya, karena kondisi tanahnya tidak stabil, menurut ahli geologi,” jelas Muzani.

Ia menambahkan bahwa peristiwa tersebut menjadi pengingat penting untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana di wilayah lain.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait