Wisata Alam di Brebes Dihadirkan di Desa Kubangjero-Banjarharjo, Ini Dia Keindahannya
Di tengah keterbatasan anggaran dari pemerintah pusat, tidak menyurutkan pemerintah desa untuk dapat berkarya. (Istimewa)--
BREBES, radartegal.com - Di tengah keterbatasan anggaran dari pemerintah pusat, tidak menyurutkan pemerintah desa untuk dapat berkarya. Meski Dana Desa (DD) sebagian besar diperuntukkan membangun Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak membuat semangat kemandirian di sebuah desa.
Upaya kemandirian ini dilakukan oleh Pemerintah Desa Kubangjero Kecamatan Banjarharjo. Dengan memanfaatkan tanah kas desa, desa ini mulai membangun tempat wisata rekreasi keluarga. Pemerintah desa, sejak dulu diminta untuk menciptakan kemandirian tanpa bergantung pada anggaran pemerintah pusat.
Tahun 2020, Pemerintah Desa Kubangjero memutuskan untuk memanfaat lahan seluas 1,3 hektar untuk disulap menjadi tempat wisata, bernama Kampoeng Sawah. Kepala Desa Kubangjero, Hadiansyah mulai mengalokasikan anggaran Dana Desa sedikit demi sedikit untuk pembangunan tempat wisata.
Tak hanya menggunakan Dana Desa, niat menjadikan desa wisata ini juga menarik perhatian Anggota DPRD Brebes, Didi Tuswandi untuk memenuhi aspirasi pemerintah desa. Dengan Total anggaran Rp1,4 miliar, tempat wisata Kampoeng Sawah akhirnya terwujud dan dibuka secara resmi pada Oktober 2025 lalu.
BACA JUGA: 4 Tempat Wisata di Brebes yang Sedang Hits, Cocok untuk Liburan Keluarga
BACA JUGA: Daftar Wisata Jawa Tengah yang Jadi Magnet Turis Nusantara hingga Mancanegera
"Kami merintis dari tahun 2020, mengalokasikan anggaran sedikit demi sedikit demi bisa meningkatkan pendapatan untuk desa. Termasuk meningkatkan perputaran ekonomi di desa kami. Karena ini potensi desa yang kami punya," kata Kepala Desa Kubangjero, Hadiansyah, Selasa 10 Februari 2026 lalu.
Sejak dibuka pada akhir tahun 2025, tempat wisata Kampoeng Sawah sudah berhasil menyumbangkan Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp30 juta pada momen libur Natal dan tahun baru (Nataru). Uang itu pun digunakan untuk pengembangan tempat wisata.
Tempat wisata ini berada di tempat strategis, tepatnya di jalan poros penghubung Kecamatan Banjarharjo dan Kecamatan Losari. Di tempat wisata ini, terdapat kolam renang berukuran besar yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Tempat wisata ini juga menyediakan wahana permainan anak seperti ATV.
"Bukan hanya tempat rekreasi, di Kampoeng Sawah, dengan tiket masuk sebesar Rp 5 ribu, anak-anak bisa belajar bertani untuk praktik langsung penanaman hingga panen padi. Kami juga berupaya mengembangkan wisata edukasi pertanian lainnya," tambahnya.
BACA JUGA: Luar Biasa! PAI Tegal Masuk 10 Besar Wisata Jawa Tengah yang Paling Banyak Dikunjungi
BACA JUGA: Guci Dapat Julukan Baru “Wisata 1000 Tiket,” Bupati Tegal: Ini Keluhan Masyarakat
Dia melanjutkan, pihaknya melibatkan warganya untuk turut mengelola dan menjaga keberlanjutan tempat wisata tersebut. Untuk tenaga kerja di lokasi wisata, diambil dari semua warganya yang bersedia untuk terlibat dalam pembangunan desa. Dia menyebut, setiap keputusan yang telah diambil telah dimusyawarahkan dengan warga.
"Semua keputusan ini, diambil dari keputusan bersama. Termasuk dengan pemanfaatan lahan ini. Nanti hasil dari pendapatan tempat wisata ini akan dibelikan tanah untuk kas desa sebesar tiga kali lipat, sesuai dengan aturan," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


