Brebes Banjir! Bupati Turun Langsung Cek Lokasi di Bumiayu
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma meninjau langsung lokasi bencana banjir di Desa Penggarutan, Kecamatan Bumiayu, Rabu 4 Februari 2026 sore. (Istimewa)--
BREBES, radartegal.com – Bupati BREBES Paramitha Widya Kusuma meninjau langsung lokasi bencana banjir di Desa Penggarutan, Kecamatan Bumiayu, Rabu 4 Februari 2026 sore. Kunjungan tersebut tidak lain untuk memastikan kondisi yang terdampak banjir.
Dalam kunjungannya, bupati secara terbuka mengajak warga terdampak untuk mempertimbangkan relokasi ke tempat yang lebih aman demi keselamatan jangka panjang. Apalagi, banjir tersebut tidak hanya menggenangi permukiman, tetapi juga merusak sedikitnya 80 rumah di RT 01, RT 02, dan RT 04 RW 01.
Dalam data yang ada, sejumlah rumah mengalami kerusakan cukup parah, sementara puluhan hektare lahan pertanian ikut terendam, memperberat beban ekonomi warga.
Saat dialog bersama Bupati Brebes dengan Kepala Desa Penggarutan Rosyi Ibnu Hidayat, terkait kesiapan lokasi relokasi, Ibnu menyampaikan kalau salah satu opsi yang tengah dikaji adalah pemanfaatan tanah bengkok desa di sekitar Balai Desa Penggarutan.
BACA JUGA: Pelajar yang Hanyut Terseret Banjir di Bojong Guci Tegal Ditemukan, Begini Kondisinya
BACA JUGA: Banjir Brebes Selatan, Kayu Gelondongan Terbawa Arus Menumpuk di Desa
Lokasi tersebut dinilai lebih strategis dan relatif aman dari ancaman banjir tahunan. Bupati menegaskan, relokasi bukan sekadar memindahkan rumah, tetapi memastikan masa depan warga lebih terlindungi dari risiko bencana yang terus berulang.
Ia meminta agar warga terdampak aktif berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan, sehingga perencanaan relokasi bisa berjalan matang dengan mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi masyarakat.
“Kami hadir untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan warga. Relokasi ini penting agar keluarga tidak kembali menempati daerah rawan banjir yang hampir setiap musim hujan terendam,” ujarnya.
Selain itu, Ibnu juga berharap adanya percepatan pembangunan tanggul serta normalisasi Sungai Kali Keruh sebagai langkah pencegahan jangka panjang. Usulan tersebut diharapkan dapat terlaksana dalam penanganan banjir secara menyeluruh di wilayah Penggarutan dan sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



