Cuaca Ekstrem di Jateng, Gubernur Luthfi Dorong Daerah Terdampak Klaim Asuransi Gagal Panen

Cuaca Ekstrem di Jateng, Gubernur Luthfi Dorong Daerah Terdampak Klaim Asuransi Gagal Panen

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi--

SURAKARTA, radartegal.com – Hujan yang disebabkan cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah (Jateng) dan mengakibatkan bencana yang berdampak ke lahan pertanian. Karenanya, daerah yang terdampak didorong untuk mengajukan asuransi gagal panen.

Itu, disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam agenda Komitmen Bersama Pencapaian Target Kinerja Ketahanan Pangan Provinsi Jateng 2026. Kegiatan digelar di Kota Surakarta, Rabu, 14 Januari 2026.

Menurut Gubernur, beberapa daerah yang terdampak hujan ekstrem dalam beberapa hari terakhir meliputi Kudus, Pati, dan Jepara. Banjir yang melanda di tiga daerah tersebut berdampak hingga ke lahan pertanian warga. 

Terkait itu, Luthfi meminta kepada daerah yang terdampak untuk segera melaporkan luas lahan yang berpotensi gagal panen. Laporan disampaikan kepada Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, untuk keperluan pengurusan asuransi.

BACA JUGA: Pemprov Gercep Tanggulangi Bencana Tiga Wilayah di Jateng

BACA JUGA: Tangani Banjir di Semarang, Gubernur Jateng Minta Pengerukan Kolam Retensi Terboyo Dipercepat

“Pak Frans (Kadistanbun) nanti untuk Kudus, Pati, dan Jepara diminta segera ajukan terkait (asuransi) gagal panen,” ujarnya.

Menurut Luthfi, cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi tidak bisa dihindari. Namun, dampaknya tetap bisa ditekan melalui mitigasi dan kesiapsiagaan pemerintah daerah.

Selanjutnya, kata Luthfi, dirinya menekankan pentingnya penguatan Standart operational procedure (SOP) dalam penanganan bencana di kabupaten/kota. Termasuk kesiapan pemerintah daerah menetapkan status darurat, membentuk satgas dan memastikan dukungan logistik, serta layanan dasar bagi masyarakat terdampak.

“Pencapaian target ketahanan pangan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah provinsi secara mandiri. Tetapi butuh kolaborasi lintas wilayah dan lintas instansi, harus dengan dukungan para bupati/wali kota,” katanya.

Sebagai informasi, kegiatan komitmen ketahanan pangan ini menjadi bagian dari upaya Jawa Tengah mewujudkan swasembada pangan 2026. Termasuk pencapaian target produksi padi 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait