7 Kuliner Otentik Jawa Tengah: Sejarah, Resep, dan Tempat Terbaik Mencobanya
Tujuh kuliner otentik Jawa Tengah yang kaya sejarah, cita rasa, dan filosofi. -(ISTIMEWA/radartegal.com)-
JATENG, radartegal.com - Jawa Tengah tidak hanya dikenal karena budayanya yang kental dan masyarakatnya yang ramah, tetapi juga karena kekayaan kuliner yang menggugah selera.
Dari makanan berat yang beraroma santan hingga camilan gurih yang sederhana, setiap kuliner otentik Jawa Tengah ini memiliki ciri khas yang unik dan penuh makna.
Setiap kuliner otentik Jawa Tengah menyimpan kisah panjang tentang sejarah, kebersamaan, dan nilai-nilai kehidupan masyarakat Jawa yang sederhana namun dalam.
Menjelajahi kuliner otentik Jawa Tengah bukan sekadar mencicipi rasa, melainkan mengrmang warisan budaya yang masih hidup di setiap gigitan.
BACA JUGA: Lontong Balap Surabaya, Kuliner Legendaris yang Sudah Ada Sejak Zaman Belanda
BACA JUGA: 9 Tempat Kuliner Halal di Bandung yang Nyaman untuk Keluarga dan Anak-anak
Daftar kuliner otentik Jawa Tengah
1. Gudeg Jogja
Gudeg Jogja merupakan salah satu ikon kuliner yang paling dikenal di Indonesia. Hidangan ini sudah ada sejak masa Kesultanan Mataram dan menjadi simbol kehangatan masyarakat Yogyakarta.
Terbuat dari nangka muda yang dimasak lama dengan santan, gula merah, daun salam, dan lengkuas, gudeg menghadirkan cita rasa manis gurih yang khas.
Biasanya, gudeg disajikan bersama sambal krecek, ayam kampung bacem, dan telur pindang, menciptakan perpaduan rasa yang sempurna.
Bagi wisatawan, tempat terbaik untuk mencicipinya adalah Gudeg Yu Djum di Jalan Wijilan atau Gudeg Pawon di Jalan Janturan, dua legenda kuliner yang telah menjaga cita rasa tradisional selama puluhan tahun.
BACA JUGA: 13 Kuliner Kaki Lima Semarang yang Legendaris Murah, Enak, dan Wajib Dicoba Wisatawan
BACA JUGA: 6 Kuliner Legendaris Surabaya, Warisan Rasa, Sejarah, dan Resep Asli yang Masih Eksis
2. Soto Kudus
Soto Kudus adalah hidangan yang sarat makna dan nilai-nilai kebersamaan. Konon, pada masa Sunan Kudus, masyarakat dilarang menyembelih sapi untuk menghormati umat Hindu, sehingga mereka mengganti bahan utama dengan ayam kampung.
Dari situlah lahir soto khas Kudus dengan kuah bening kekuningan yang ringan dan harum rempah. Rasa gurih dan segar dari campuran serai, jahe, serta bawang putih menjadikan soto ini nikmat disantap kapan saja.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


