Harga Bawang Merah di Brebes Masih Cukup Tinggi di Tingkat Petani
Seorang petani bawang merah di Brebes saat sedang menyemprotkan pestisida ke tanaman miliknya.(Dedi Sulastro)--
BREBES, radartegal.com - Harga bawang merah di Kabupaten Brebes ditingkat petani masih cukup tinggi. Data dari Dinas Pertanian Ketahanan Pangan (DPKP) hingga Jumat 1 Agustus 2025 lalu mencapai R42 ribu.
Meski harganya masih cukup tinggi, namun ada beberapa jenis untuk harga bawang. Mulai dari jenis atau grade super cross Rp42 ribu per kg di tingkat petani, dan sampai ke konsumen Rp60 ribu per kg. Untuk harga bawang merah grade kecil juga sudah tembus Rp32 ribu kg di tingkat petani, dan sampai di konsumen Rp40 ribu per kg.
Sebelumnya, pada masa panen ke tiga harga bawang merah ditingkat petani kurang lebih pada Mei masih di angka Rp28 ribu per kg. Kemudian terus merangkak Rp35 ribu per kg pada bulan Juni, dan terus naik hingga akhir Juli di angka Rp41 ribu per kg. Puncaknya, pada pekan pertama Agustus harganya menyentuh Rp42 per kg.
Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPP) Brebes, Tanti Palupi mengatakan, harga bawang merah tinggi karena di Kabupaten Brebes dan daerah sentra lainnya sedang tidak banyak yang panen.
BACA JUGA: Produktivitas Turun, Harga Bawang Merah Alami Kenaikan
BACA JUGA: Mahal, Harga Bawang Merah dan Cabai Keriting di Pasar Induk Brebes Tembus Rp50 Ribu
"Tingginya harga ini karena stok langka, karena danya anomali cuaca, jadi banyak petani yang tidak berani tanam, dan akhirnya mundur tanam," kata Tanti Palupi, Minggu 3 Agustus 2025.
Menurut dia, kenaikan bawang merah saat ini merupakan yang tertinggi sejak beberapa tahun terakhir. Harga tertinggi sepanjang 2022 mencapai Rp34.500 per kg. Kemudian harga tertinggi sepanjang 2023 mencapai Rp30.500 per kg. Serta harga tertinggi sepanjang 2024 mencapai Rp37.900 per kg.
"Di Brebes ini ada 11 pola tanam pertanian. Dalam satu tahun ada yang tanam bawang tiga kali, ada yang dua kali, ada juga yang satu kali. Tergantung wilayah dan modal petani. Juga ketersediaan benih," ungkapnya.
Dia memprediksi, kalau harga bawang akan kembali turun pada pekan ke dua di bulan ini. Hal ini karena ada sejumlah daerah sentra bawang merah yang mulai panen raya, seperti Kabupaten Nganjuk dan Bima NTB. Sedangkan, Kabupaten Brebes akan memasuki panen raya pada akhir Agustus.
BACA JUGA: Harga Bawang Putih di Brebes Mulai Naik, Kenaikan Capai Rp2.000
BACA JUGA: Memasuki Panen Raya, Harga Bawang Merah Anjlok Jadi Rp15 Ribu per Kilogram
"Awal Agustus harga tetap sama. Minggu kedua mungkin akan turun, saat Nganjuk dan Bima panen raya, karena bisa menjaga stabilitas pasokan," jelasnya.
Tanti menjelaskan, saat ini ketersediaan atau pasokan bawang merah di seluruh Indonesia sangat sedikit, sehingga harga komoditas ini melambung tinggi, baik di tingkat petani maupun pasokan di pasar. Ditambah lagi, pada musim tanam kali ini, tidak banyak petani yang kembali menanam bawang merah karena harga bibit mahal, sudah di angka Rp7 juta per kwintal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


