Cara Unik Petani di Bulusari Usir Hama Tikus di Lahan Persawahan dengan Jaran Lumping

Cara Unik Petani di Bulusari Usir Hama Tikus di Lahan Persawahan dengan Jaran Lumping

Berbagai cara dilakukan petani di Brebes dalam mengusir hama tikus yang mengganggu tanaman padi miliknya. Salah satunya dilakukan petani di Desa Bulusari, Kecamatan Bulakamba. (Istimewa)--

BREBES, radartegal.com - Berbagai cara dilakukan petani di Brebes dalam mengusir hama tikus yang mengganggu tanaman padi miliknya. Salah satunya dilakukan petani di Desa Bulusari, Kecamatan Bulakamba. 

Untuk mengusir hama tikus yang kerap merusak tanaman bawang merah dan padi, petani di Desa Bulusari menggelar kesenian tradisional jaran lumping.

Bahkan, pertunjukan itu melibatkan penari jaran lumping dengan iringan musik khas yang menghasilkan suara keras dengan iringan musik dan lagu tarling pesisir.

Di mana, hal itu dipercaya mampu mengusir tikus dari area sawah karena menimbulkan getaran dan kebisingan yang tidak disukai hama tersebut.

BACA JUGA:Truk Terguling di Pantura Brebes, Polisi: Dugaan Sementara Supir Mengantuk

BACA JUGA:Siap-siap! DPKP Brebes Buka Pendaftaran Penerima Manfaat Pupuk Bersubsidi

Sementara sebagian petani lainnya yang berhasil menangkap sejumlah tikus-tikus di area sawah, dimasukan dalam kandang, untuk diarak mengitari pematang sawah dan oleh para petani selanjutnya dibuang ke dalam air sungai.

Kepala Desa Bulusari Saefudin Trirosanto mengatakan, cara unik mengusir hama tikus dilakukan bukan hanya sekedar hiburan belaka. Melainkan juga kesenian jaran lumping sebagai kearifan lokal yang perlu terus dilestarikan.

"Secara filosofi, jaran lumping diyakini sebagai simbol atau “segel kekuatan” yang pada masa lampau digunakan untuk mengusir penjajah. Keyakinan itu kemudian diwariskan dan dimaknai oleh para petani hingga sekarang," kata Saefudin, Sabtu 10 Januari 2026.

Termasuk sebagai ritual doa bersama menjelang musim tanam, unsur spiritual melalui pertunjukan jaran lumping diyakini mampu mengusir hama, khususnya tikus, agar kembali ke habitatnya. 

BACA JUGA:Truk Kontainer Terguling di Jalur Pantura Bangsri Brebes, Arus Lalin Sempat Terganggu

BACA JUGA:Jalan Poros di Brebes yang Amblas Segera Diperbaiki

"Tujuan dan harapannya adalah agar petani tetap bersahabat dengan alam dan spiritualitas, sehingga tercipta keseimbangan dan adaptasi yang harmonis. Dengan demikian, tikus-tikus diharapkan tidak lagi merusak tanaman petani. Selain itu, secara sosial tradisi ini juga mempererat tali silaturahmi antar warga sekaligus menjadi hiburan bagi masyarakat," jelasnya.

Sementara Nur Wahid, seorang petani bawang merah Desa Bulusari mengaku, bahwa akhir-akhir ini, lahan persawahan di desanya kini mulai diserang hama tikus yang menggerogoti tanaman milik para petani.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: