Isu LGBT di Pemalang Bikin Heboh, Lembaga Pendidikan Islam Beri Reaksi Keras
--
PEMALANG, radartegal.com — Masyarakat PEMALANG tengah dihebohkan dengan munculnya pemberitaan daring mengenai dugaan keterlibatan seorang influencer lokal berinisial DWM yang mempromosikan gaya hidup Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender (LGBT).
Isu LGBT di Pemalang ini memantik polemik dan reaksi keras dari berbagai kalangan. Termasuk tokoh agama, pemerhati sosial, dan masyarakat umum yang menilai fenomena tersebut sebagai bentuk penyimpangan dari norma-norma yang berlaku.
Menanggapi situasi tersebut, salah satu lembaga pendidikan Islam di Pemalang yakni Institut Agama Islam Pemalang (INSIP) menyampaikan sikap resmi dan pandangannya sebagai lembaga yang memiliki tanggung jawab moral dan sosial terhadap masyarakat.
Dalam pernyataannya, lembaga pendidikan tersebut mengungkapkan keprihatinan yang mendalam terhadap maraknya normalisasi perilaku yang dinilai menyimpang, khususnya yang berkaitan dengan isi LGBT di Pemalang.
BACA JUGA: Diduga Kampanye LGBT di Medsos, Influencer Pemalang Dilaporkan ke Polisi
BACA JUGA: Video Influencer di Pemalang Dukung LGBT Viral di Medsos, Bupati Warning ASN
"Fenomena LGBT merupakan bentuk penyimpangan dari nilai-nilai moral, agama, dan budaya luhur bangsa Indonesia," demikian bunyi pernyataan resmi dari pihak institusi tersebut, Senin, 7 Juli 2025.
Pihaknya menegaskan bahwa sebagai institusi berbasis keislaman, perilaku LGBT tidak dapat dibenarkan dari sudut pandang moral, agama, maupun ilmu pengetahuan. Dalam perspektif Islam, orientasi seksual yang menyimpang dari fitrah penciptaan manusia laki-laki dan perempuan merupakan perbuatan yang bertentangan dengan syariat dan harus dijauhi.
Secara psikologis pun, perilaku seksual menyimpang diyakini dapat menimbulkan dampak negatif secara psikososial bagi pelaku maupun lingkungan sekitarnya.
Meski demikian, lembaga pendidikan Islam ini tetap menjunjung tinggi prinsip penghargaan terhadap setiap individu sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Namun, penghargaan terhadap hak individu tersebut tidak berarti membenarkan perilaku yang dianggap merusak tatanan sosial dan nilai keagamaan.
BACA JUGA: Tegas! Al Irsyad Pemalang Kecam Kampanye LGBT oleh Influencer Lokal
BACA JUGA: Video Viral di Medsos Influencer Dukung LGBT, Picu Reaksi Ormas di Pemalang
Untuk itu, pihaknya menyampaikan empat poin sikap:
1. Menolak segala bentuk kampanye atau promosi perilaku LGBT dalam ranah akademik, sosial, dan media apapun.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


