7 Tips Ampuh Mengatasi Honda Scoopy 2025 yang Ngempos saat Digas

7 Tips Ampuh Mengatasi Honda Scoopy 2025 yang Ngempos saat Digas

MATIC HONDA - Dengan mengikuti tips di atas, Honda Scoopy 2025 Anda akan selalu siap menemani aktivitas harian dengan performa yang prima dan hemat bahan bakar.-ISTIMEWA/radartegal.disway.id-

radartegal.com - Salah satu keluhan yang sering dirasakan pengguna Honda Scoopy 2025, khususnya model terbaru tahun 2025, adalah motor yang ngempos saat digas. 

Istilah ngempos sendiri merujuk pada gejala tarikan motor Honda Scoopy 2025 yang terasa tertahan atau tidak bertenaga, terutama saat akselerasi mendadak. 

Jika dibiarkan, hal ini bukan hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga bisa menimbulkan kerusakan jangka panjang pada sistem mesin Honda Scoopy 2025.

Untuk menghindari masalah ini, berikut tujuh langkah perawatan yang wajib dilakukan agar performa Honda Scoopy 2025 tetap prima dan responsif saat digunakan.

BACA JUGA: 5 Keunggulan Honda Scoopy 2025 yang Pas Buat Anak Muda

BACA JUGA: Scoopy Color Lab, Program Astra Motor Bongkok Tawarkan Motor Scoopy Limited Editian Warna Pastel

Cara mengatasi Honda Scoopy 2025 ngepos

1. Periksa dan Ganti Sensor TPS (Throttle Position Sensor)

Sensor TPS berfungsi untuk membaca bukaan throttle gas dan mengirimkan data ke ECU (Electronic Control Unit) untuk mengatur suplai bahan bakar dan udara secara presisi.

Jika sensor ini mengalami kerusakan atau aus, respon mesin menjadi lambat dan tarikan motor terasa ngadat di putaran atas.

Solusinya, lakukan pengecekan dengan alat scanner injeksi di bengkel resmi. Jika terdeteksi error, reset sensor TPS atau lakukan penggantian dengan komponen original.

Menurut situs resmi Honda Indonesia, kerusakan sensor TPS menjadi salah satu penyebab umum performa injeksi yang tidak stabil.

BACA JUGA: Gak Nyesel Deh! Ini Bukti New Honda Scoopy 2025 Layak Kamu Miliki

BACA JUGA: Skutik Retro Favorit Muncul Lagi! Intip Detail Honda Scoopy 2025

2. Rutin Ganti Oli Mesin dan CVT

Jangan anggap sepele penggantian oli. Oli mesin yang kotor atau melebihi masa pakai dapat menyebabkan mesin bekerja lebih berat dan cepat panas. Begitu juga dengan oli CVT yang berfungsi melumasi komponen transmisi otomatis.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: