Bupati Tegal serahkan bantuan Program Lelaki untuk tiga RW di Kelurahan Pakembaran

Bupati Tegal serahkan bantuan Program Lelaki untuk tiga RW di Kelurahan Pakembaran

Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman didampingi Plt. Kepala Dinas Perikanan Kab. Tegal. berphoto bersama penerima bantuan program Lelaki-radar tegal-Photo : doc. Bagian Prokompin Kab. Tegal

radartegal.com – Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, menyerahkan enam paket bantuan budidaya Lele Lahan Kering atau Lelaki pada sejumlah kelompok pembubidaya ikan Desa Pakembaran Slawi yaitu RW 02, RW 03, dan RW 04.

Paket bantuan tersebut berupa bibit Lele, kolam terpal bundar, pakan, dan sarana produksi perikanan seperti probiotik. Penyerahan secara simbolik dilakukan di Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Tegal di Jalan Ahmad Yani Slawi, pada Rabu (27/05/2025).

Bantuan dimaksudkan untuk meningkatkan produksi ikan dalam rangka ketahanan pangan. Lele selain memiliki pangsa pasar yang luas dan mensejahterakan peternak, konsumsi ikan lele di masyarakat diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas gizi dan menurunkan angka stunting.

“Kita semua tahu bahwa ikan adalah sumber protein hewani berkualitas tinggi. Namun, angka konsumsi ikan di Kabupaten Tegal tahun 2024 baru mencapai 30,46 kilogram per kapita per tahun. Masih tertinggal dari angka konsumsi ikan nasional,” ujar Ischak.

BACA JUGA: Hari Jadi ke-424, Bupati Tegal Minta Semua Masyarakat Berkontribusi Nyata dalam Membangun

BACA JUGA: Dijamas, Pusaka Tumbak Kiai Plered diserahkan Bupati Tegal kepada Keluarga Kalisoka

Sebagai informasi, budidaya Lele Lahan Kering atau biasa disebut Lelaki, merupakan konsep budidaya ikan lele yang dilakukan di lahan kering, bukan di kolam atau waduk yang penuh air. Program ini Konsep penggunaan teknologi sederhana yang mudah diterapkan, seperti pemeliharaan lele di pekarangan rumah dengan menggunakan sistem terpal atau wadah lain yang dapat menampung air.

Konsep ini juga menggunakan teknologi sederhana dan mudah diakses oleh masyarakat, sehingga dapat diterapkan oleh siapa saja. Program lelaki diharapkan dapat mendorong kemandirian pangan keluarga serta mendukung program ekonomi biru nasional dan pencapaian Visi Pembangunan Kabupaten Tegal 2025-2030.

“Setiap keluarga bisa menjadi produsen protein berkualitas. Bukan hanya untuk konsumsi sendiri tapi juga berpotensi menjadi usaha ekonomi produktif,” jelas Ischak.

Ischak berharap bantuan paket budidaya lele ini dapat dimanfaatkan secara baik dan terus dikembangkan. Sehingga konsumsi ikan di masyarakat bisa ikut meningkat dan angka stunting dapat ditekan signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

BACA JUGA: Bupati Tegal Ajukan 5 Kegiatan Prioritas Melalui Musrenbangwil 2026, Ini Rinciannya

BACA JUGA: Resepsi Peringatan Hari Kartini, Bupati Tegal: Perempuan Tegal Hari Ini Adalah Kartini Masa Kini

Ischak menyampaikan, pihaknya memberikan perhatian serius dalam menekan angka kasus stunting di Kabupaten Tegal yang masih cukup tinggi yakni di kisaran16,66 persen. Sebanyak 20 desa dari 9 kecamatan bahkan telah ditetapkan sebagai lokus prioritas percepatan penurunan stunting tahun ini.

“Jadikan program Lelaki ini sebagai langkah awal menuju kemandirian pangan keluarga yang lebih baik,” pesannya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tegal Fatkhan menjelaskan bahwa ketahanan pangan berbasis protein hewani (ikan) ini berperan besar meningkatkan kualitas gizi keluarga. Oleh karena itu pihaknya terus mendorong adanya kemandirian di masyarakat melalui budidaya ikan di lahan pekarangan rumah.

Pihaknya setiap tahun telah mengalokasikan anggaran paket bantuan Lelaki yang disalurkan kepada kelompok pembudidaya ikan. Hal ini sejalan dengan agenda percepatan penurunan stunting terintegrasi.

BACA JUGA: Ahmad Kholid Boyongan ke Rumah Dinas Wakil Bupati Tegal: Bisa Lebih Dekat dengan Masyarakat

BACA JUGA: Bupati Tegal Ischak Minta Sinergitas Pemerintah Daerah dengan Kepolisian Terus Ditingkatkan

“Hari ini kami menyerahkan enam paket bantuan Lelaki. Masing-masing lokus mendapat dua paket. Satu paketnya ini ada empat unit kolam terpal bundar berdiameter dua meter dengan 5.000 benih lele, 20 sak pakan, dan sarana produksi perikanan seperti probiotik,” jelasnya.

Berikutnya, pihaknya juga akan memberikan bimbingan teknis dan pendampingan pemeliharaan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: