Turunkan Angka Kemiskinan di Wonosobo, Sumanto Minta Optimalisasikan Potensi Daerah
OPTIMAL - Potensi daerah di Kabupaten Wonosobo harus bisa dioptimalisasikan untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menambah kesejahteraan warga dan masyarakatnya.-zuhlifar arrisandy/radartegal.com-
WONOSOBO, radartegal.com - Upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Wonosobo didukung penuh Ketua DPRD Jateng Sumanto. Antara lain dengan mengoptimalisasikan potensi Wonosobo untuk menambah kesejahteraan masyarakatnya.
Menurut Sumanto, saat ini tingkat kemiskinan di Kabupaten Wonosobo masih tinggi. Sebanyak 15,28 persen warga Kabupaten Wonosobo masuk dalam kategori miskin.
Sehingga membutuhkan kerjasama semua pihak, agar angka kemiskinan bisa diturunkan. Dia berharap Pemprov Jateng dan Pemkab Wonosobo berkolaborasi untuk bersama-sama mengatasinya.
"APBD provinsi dan kabupaten harus diarahkan untuk pengentasan kemiskinan," ujar Sumanto saat menjadi narasumber Seminar Pengentasan Kemiskinan dengan Budaya Kearifan Lokal, Sabtu19 April 2025.
BACA JUGA: Pahami Dampak Positif dan Negatif AI, Sumanto Minta Literasi Ditingkatkan
BACA JUGA: Pemerintah Didorong Beri Insentif untuk Tingkatkan Minat Beternak
"Itu yang menjadi harapan kita agar minimal standar kehidupan masyarakat terpenuhi. Minimal pendapatannya kira-kira Rp2,3 juta per bulan," tambah Sumanto lagi.
Kegiatan yang diinisiasi Fraksi PDIP DPRD Jateng tersebut, berlangsung di Balai Desa Bejiarum Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo.
Sumanto menambahkan, anggota dewan dari PDIP harus memiliki semangat untuk menambah tenaga kaum marhaen. Semangat tersebut bisa diwujudkan dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Sumanto melihat potensi yang dimiliki Kabupaten Wonosobo luar biasa. Sektor pertanian dan pariwisata di wilayah dataran tinggi tersebut cukup bagus.
BACA JUGA: Imbas Perang Dagang Amerika-China Harus Secepatnya Diantisipasi
Seluruh potensi tersebut, beber Sumanto, bisa pemerintah manfaatkan untuk menyejahterakan masyarakat. "Potensi pertanian Wonosobo luar biasa, bahkan tidak pernah kekeringan."
"Wisatanya juga terkenal. Harapannya ini bisa dioptimalkan agar angka kemiskinan yang masih 15,28 persen bisa turun. Jika ada faktor lain yang menjadi penyebab kemiskinan, perlu dibicarakan bersama," pintanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

