Siswa Gagal SNBP 2025 Karena Sekolah Terlambat Finalisasi PDSS, Pengamat Sentil Oknum
SNBP- Keterlambatan finalisasi PDSS yang berdampak langsung terhadap siswa tidak bisa mengikuti jalur SNBP 2025 pada SNPMB. -Tangkapan Layar-Facebook
Radartegal.com- Kegagalan siswa mengikuti Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) 2025 karena sekolah terlambat melakukan finalisasi pengisian Pangkalan Data sekolah dan siswa (PDSS) banyak mendapat sorotan.
Salah satunya dari pengamat pendidikan yang menilai jika hal itu perlu solusi jangka panjang agar polemik ini tidak terus berlarut bertahun-tahun.
"Solusi jangka panjang, mengubah sistem pendataan secara berkelanjutan sepanjang tahun, tanpa perlu menunggu finalisasi pada akhir waktu," terang Ketua Yayasan Guru Belajar Bukik Setiawan dikutip dari Disway.id, Minggu, 9 Februari 2025.
Sehingga setiap kali murid menorehkan prestasi, sekolah bisa memperbarui data prestasi tersebut di saat itu juga.
BACA JUGA: Dijamin Lolos! Ini Daftar Mata Pelajaran Pendukung SNBP 2025 Lengkap dengan Program Studi
BACA JUGA: LENGKAP! Daya Tampung SNBP UNSOED 2025 Semua Prodi dan Jumlah Peminatnya
Selain itu, panitia SNPMB juga bisa melakukan koordinasi dengan Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mendapatkan data kredibel dan real time mengenai capaian prestasi murid.
Sementara untuk jangka pendek yang bisa dilakukan saat ini, mengingat proses pendaftaran SNBP tengah berjalan, panitia SNPMB bisa melakukan koordinasi dengan kementerian, pemerintah daerah, dan sekolah untuk memberi perpanjangan waktu dengan catatan khusus.
Pihaknya menegaskan pentingnya menyelidiki penyebab sebenarnya keterlambatan finalisasi PDSS oleh sekolah.
"Dan bila perlu, menyelidiki oknum yang menghambat finalisasi data," tandasnya.
BACA JUGA: SNBP UNNES 2025 Kapan Dibuka, Cek Daya Tampung Semua Jurusan di SINI
BACA JUGA: Sepi Peminat, Ini 12 Jurusan Berpeluang Besar Lolos SNBP 2025
Pasalnya, Bukik menilai kegagalan input data murid pada PDSS untuk jalur SNBP ini bukan hanya perkara teknis. Mengingat kegiatan ini dilakukan rutin tiap tahunnya sehingga harusnya sudah dikuasai oleh masing-masing sekolah.
"Pada sisi lain, kegagalan input juga terjadi pada kota besar, bahkan Jakarta yang secara akses dan teknologi sangat memadai."
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


