IOC Sudah Pilih Brisbane, Indonesia Tetap Kejar Host Olimpiade 2032

IOC Sudah Pilih Brisbane, Indonesia Tetap Kejar Host Olimpiade 2032

Semangat Komite Olimpiade Indonesia (NOC) Indonesia menggelar Olimpiade 2032 di Indonesia terus membara, meski Komite Olimpiade Internasional atau IOC sudah memutuskan Brisbane dalam pemilihan tuan rumah Olimpiade 2032.

Perjuangan Indonesia belum berakhir karena keputusan mutlak baru dapat dipastikan, jika Brisbane menang dalam pemungutan suara oleh anggota IOC pada Sesi IOC ke-138 di Tokyo pada 21 Juli mendatang.

Dalam jumpa pers di markas besar IOC, Lausanne, Kamis (10/6) waktu Swiss, Presiden IOC Thomas Bach mengumumkan hasil rapat Dewan Eksekutif IOC, di antaranya soal keputusan soal Brisbane sebagai Preferred Host Olimpiade 2032.

Meski keputusan ini tidak serta merta menjadikan Brisbane sebagai tuan rumah pesta olahraga dunia tersebut. Rekomendasi itu diambil dari penetapan Komisi Tuan Rumah Olimpiade Masa Depan.

"Kami menghargai putusan IOC. Namun, sebagaimana penjelasan Komisi Tuan Rumah Olimpiade Masa Depan dalam dialog terakhir menyebutkan bahwa posisi Brisbane menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 pun masih bisa gagal apabila tidak terpilih dalam voting," kata Presiden NOC Indonesia ex-officio Ketua Pelaksana INABCOG Raja Sapta Oktohari, Jumat (11/6).

"Saya atas nama NOC Indonesia dan INABCOG memastikan bahwa kami akan berjuang hingga akhir," ujar pria yang akrab disapa Okto tersebut.

Format baru pemilihan tuan rumah Olimpiade yang ditetapkan IOC pada 2019 membagi proses pencalonan dalam beberapa tahap, yaitu Interested Party, Continuous Dialogue, Targeted Dialogue yang kemudian menjadi Preferred Host.

Komisi Tuan Rumah Olimpiade Masa Depan hanya membawa satu kandidat ke Dewan Eksekutif IOC. Jika tidak terpilih dalam voting Sesi IOC, Komisi Tuan Rumah Olimpiade akan melanjutkan pencalonan kandidat lain dengan proses yang sama.

Hal tersebut juga ditegaskan kembali oleh Bach dalam jumpa pers tadi malam. Menurutnya, keputusan mutlak tuan rumah Olimpiade 2032 tetap berada di tangan anggota IOC.

Sekitar 100 anggota IOC bakal berkumpul menghadiri Sesi IOC yang dilaksanakan dua hari sebelum upacara pembukaan Olimpiade 2020 Tokyo, di mana Indonesia juga memiliki suara melalui Menteri BUMN Erick Thohir yang juga menjabat sebagai anggota IOC.

"Kami yakin IOC member mengedepankan fairness. Indonesia memiliki wakil yaitu Pak Erick yang memiliki hak suara di Sesi IOC nanti. Kami juga akan terus menggalang dukungan untuk tampil sebagai negara ASEAN pertama yang menjadi tuan rumah Olimpiade," ucap Okto

"Kami mendapat support dari negara-negara di ASEAN dan Asia dan kami yakin perjuangan belum berakhir karena Indonesia memiliki semua syarat yang ditetapkan IOC, baik master venue plan, legacy, bahkan SDGs (Sustainable Development Goals)," lanjutnya.

Selain Brisbane dan Indonesia, setidaknya ada empat kandidat lain yang juga membidik menjadi tuan rumah Olimpiade 2032, yaitu Jerman, Hungaria, Qatar, dan Unifikasi Korea.

Namun, Brisbane mendapat status Preferred Host lebih dulu karena mereka telah mengikuti proses diskusi bidding sejak akhir 2019. Indonesia saat ini sudah masuk dalam tahap Continous Dialogue.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: