5 Hotel di Jawa Tengah yang Dulu Berjaya tapi Sekarang Angker dan Penuh Misteri
5 Hotel di Jawa Tengah yang Dulu Berjaya tapi Sekarang Angker dan Penuh Misteri--
radartegal.com - Jawa Tengah menyimpan segudang cerita sejarah dalam setiap sudut kotanya. Salah satunya adalah legenda tentang hotel di Jawa Tengah yang dulu berjaya tapi sekarang angker.
Bangunan-bangunan megah ini pernah menjadi simbol kemewahan dan kemajuan di masanya. Kini, mereka menyimpan kisah berbeda sebagai hotel di Jawa Tengah yang dulu berjaya tapi sekarang angker.
Banyak orang penasaran dengan sisa-sisa kejayaan masa lalu tempat-tempat ini. Namun, lebih banyak lagi yang tertarik dengan aura misteri sebagai hotel di Jawa Tengah yang dulu berjaya tapi sekarang angker.
Mari kita jelajahi daftar bekas penginapan yang penuh sejarah dan misteri ini. Simak ulasan tentang hotel di Jawa Tengah yang dulu berjaya tapi sekarang angker.
BACA JUGA: 4 Rekomendasi Hotel Syariah di Pekalongan dengan Lokasi Super Strategis
BACA JUGA: 5 Rekomendasi Hotel Dekat Gua Jatijajar Kebumen, Dari Murah Hingga Premium
5 Hotel di Jawa Tengah yang Dulu Ramai tapi Sekarang Angker
1. Hotel Sky Garden, Semarang: Megah di Atas Bukit yang Kini Sepi
Terletak di kawasan Bukit Gombel, Tinjomoyo, hotel ini pernah menjadi ikon kota Semarang. Dilansir dari kumparan.com, Hotel Sky Garden dibangun pada era 1970-an dan terkenal dengan pemandangan menakjubkan.
Namun, hotel ini tutup secara misterius sekitar tahun 1982 dan kini terbengkalai. Lokasinya di Bukit Gombel yang sudah dikenal "wingit" menambah aura mistis. Konon, sering muncul penampakan kuntilanak dan genderuwo, serta dikaitkan dengan mitos Wewe Gombel.
2. Hotel Dibya Puri, Semarang: Saksi Bisu Kejayaan Kota Lama
Berada di Jalan Pemuda, dekat Kawasan Kota Lama, hotel ini adalah salah satu yang tertua. Dilansir dari Espos.id, Hotel Dibya Puri dibangun tahun 1847 dan pernah menjadi hotel termegah di Semarang.
Bahkan, Pahlawan Nasional R.A. Kartini pernah memuji kemegahannya. Sayang, hotel berhenti beroperasi sekitar tahun 2008. Kini, bangunannya terlihat tua dan menyeramkan. Penjaga bekas hotel ini bahkan mengaku kerap melihat penampakan makhluk astral.
3. Eks Hotel Cakra, Solo: Dari Markas Jepang ke Rumah Hantu
Terletak di Jalan Slamet Riyadi, Kemlayan, bangunan ini memiliki sejarah panjang. Sebelum menjadi hotel berkelas, Dilansir dari detikJateng, tempat ini pernah menjadi Markas Tentara Jepang (Kempetai).
Konon, lokasi ini menjadi tempat tentara Jepang melakukan Harakiri. Kisah seram yang beredar meliputi teror hantu tanpa kepala dan penampakan noni Belanda bergaun putih. Beberapa waktu lalu, bangunan ini pernah dimanfaatkan sebagai wahana wisata rumah hantu komersil.
4. Hotel Siranda, Semarang: Tragedi di Balik Kamar Hotel
Berada di lokasi strategis di Jalan Diponegoro, Lempongsari, hotel ini sempat menjadi penginapan favorit. Dilansir dari Liputan6.com, salah satu isu penyebab tutupnya adalah kasus pembunuhan atau bunuh diri seorang wanita cantik di salah satu kamar.
Arwahnya konon gentayangan dan meneror tamu. Tempat ini juga sering disebut sebagai sarang pocong dan kuntilanak, membuatnya sering menjadi lokasi incaran untuk uji nyali.
5. Hotel Inna Dharma Pala, Semarang: Misteri di Jalur Utama
Terletak di Jalan Jenderal Sudirman, hotel ini dulunya dikenal sebagai salah satu hotel besar dan bersejarah. Informasi terkini tentangnya bervariasi; beberapa menyebutkan tutup dan angker, sementara lainnya menyebut pernah berganti nama.
Cerita yang beredar umumnya berkaitan dengan nuansa horor bangunan tua yang tak terawat. Reputasi angker sudah melekat kuat dalam berbagai kisah urban legend lokal Semarang.
BACA JUGA: Hotel di Pekalongan Bintang Tiga: Solusi Menginap Nyaman Harga Terjangkau
BACA JUGA: 5 Hotel Romantis di Karimunjawa 2025, Suasana Tenang dengan View Laut Indah
Penutup
Demikianlah kisah tentang hotel di Jawa Tengah yang dulu berjaya tapi sekarang angker. Setiap bangunan menyimpan dua sisi: kemegahan masa lalu dan misteri masa kini.
Meski penasaran, ingatlah bahwa bekas hotel ini umumnya tertutup untuk umum. Kondisi bangunannya yang rapuh berpotensi membahayakan. Lebih baik nikmati ceritanya saja dari jauh, sebagai bagian dari warisan sejarah dan budaya urban yang menarik untuk diketahui.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



