Bupati Tegal Respon Keluhan Warga yang Kehilangan Tanahnya Karena Tergerus Aliran Sungai

Bupati Tegal Respon Keluhan Warga yang Kehilangan Tanahnya Karena Tergerus Aliran Sungai

Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman saat mengadakan dialog dengan warga di acara Bupti Tilik Desa di Desa Bulakwaru Tarub pada Rabu 15/10/2025-radar tegal-Poto : doc. Prokompin Kab. Tegal

TARUB, radartegal.comBupati Tegal Ischak Maulana Rohman akan mengkaji penghapusan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tanah dan bangunan milik warga yang amblas akibat tergerus aliran sungai Waduk Cacaban.

Kebijakan ini disampaikannya merespon keluhan warga sebagaimana disampaikan Muhammad Khairun Nasir, warga Dusun Kesambi Mulya yang disampaikan pada acara dialog Bupati Tilik Desa di Desa Bulakwaru, Kecamatan Tarub, Rabu 15 Oktober 2025.

“Aliran airnya semakin melebar dan sudah mulai menggerus tanah dan bangunan milik warga, terlebih ada yang bangunannya sudah hilang jadi aliran sungai tapi masih diwajibkan membayar PBB,” keluh Nasir saat mengadu pada Bupati.

Bupati Ischak pun langsung memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Kabupaten Tegal dan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Tegal untuk segera melakukan survei dan pendataan lokasi terdampak.

BACA JUGA: Bupati Tegal Dorong Zakat Jadi Gaya Hidup Sosial

BACA JUGA: TMMD Sengkuyung IV, Bupati Tegal: Sinergi Indah Profesionalitas TNI dan Semangat Gotong Royong Rakyat

Pendataan tanah ataupun bangunan milik warga yang amblas karena tergerus aliran Sungai Cacaban ini diperlukan sebagai dasar usulan penghapusan objek pajak PBB.

“Kita cek dulu kondisinya sebelum diusulkan penghapusan pajaknya. Bapenda saya minta untuk mengumpulkan datanya, dan kalau memang tanahnya sudah tidak ada agar dihapus dari objek pajak,” ujar Ischak.

Kegiatan Bupati Tilik Desa tersebut, juga dimanfaatkan Mukmin, salah satu anggota Gapoktan Desa Bulakwaru mewakili anggota lainnya untuk melaporkan persoalan lahan sawahnya yang mengalami kekeringan di musim tanam ketiga ini karena suplai air dari Waduk Cacaban yang menyusut drastis.

“Ratusan petani di Tarub jadi tidak produktif karena kekeringan di musim tanam ketiga ini. Akibatnya, ribuan hektare lahan sawah kami menganggur dan ini berdampak serius pada kemakmuran masyarakat petani, dimana perputaran ekonominya berbasis pertanian,” ujarnya.

BACA JUGA: Bupati Tegal Ischak Minta Penyelenggaraan Pelayanan Publik Harus Responsif dan Berkualitas

BACA JUGA: 92 Persen Aduan Masyarakat di Layanan Lapor Bupati Tegal Ditindaklanjuti, Ini Totalnya

Ia pun menanyakan kemungkinan adanya suplai dari kali rambut di Jatinegara yang debendung untuk mengatasi hal tersebut.

Hal ini dibenarkan Kepala DPUPR Kabupaten Tegal Teguh Dwijanto Rahardjo dengan mengatakan bahwa saat ini volume air di Waduk Cacaban menyusut drastis dari kapasitas normalnya sebesar 45 juta meter kubik menjadi hanya sekitar 4 juta meter kubik saja.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: