Mitos di Balik Kerokan, Benarkah Bisa Sembuhkan Masuk Angin? Ini Penjelasannya
Mitos di Balik Kerokan, Benarkah Bisa Sembuhkan Masuk Angin? Ini Penjelasannya--
Radartegal.com - Kerokan telah lama menjadi bagian dari pengobatan tradisional Indonesia, terutama untuk mengatasi masuk angin. Namun, mitos di balik kerokan seringkali membuat orang salah paham tentang manfaat sebenarnya.
Banyak orang merasa lebih baik setelah dikerok, tetapi apakah ini efek placebo atau benar-benar berdampak medis? Mitos di balik kerokan perlu dibedah agar masyarakat tidak terjebak informasi keliru.
Banyak yang mengira garis merah hasil kerokan adalah tanda keluarnya "angin." Padahal, mitos di balik kerokan ini tidak sepenuhnya benar dan perlu diluruskan dengan penjelasan ilmiah.
Meski dianggap aman, kerokan tetap memiliki risiko jika dilakukan sembarangan. Memahami mitos di balik kerokan membantu kita mempraktikkannya dengan lebih bijak.
BACA JUGA: Mitos Alas Purwo di Banyuwangi yang Bikin Merinding, Konon Ada Kutukan dan Panggilan Suara Gaib
BACA JUGA: 5 Mitos Burung Perkutut Jawa dan Asal Muasalnya, Dipercaya Bawa Rezeki
Mitos dan fakta seputar kerokan
Mitos 1: Kerokan Mengeluarkan Angin dari Tubuh
Banyak orang percaya bahwa garis merah hasil kerokan adalah tanda angin keluar dari tubuh. Padahal, fenomena ini sebenarnya disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah kapiler akibat tekanan alat kerokan.
Fakta: Warna merah tersebut adalah ekimosis, bukan bukti keluarnya angin. Kerokan bekerja dengan merangsang aliran darah, sehingga membantu meredakan pegal dan ketegangan otot.
Mitos 2: Semakin Merah Hasil Kerokan, Semakin Banyak Anginnya
Ada anggapan bahwa semakin pekat warna merahnya, semakin parah masuk angin yang diderita. Hal ini membuat beberapa orang sengaja mengerok dengan tekanan kuat.
Fakta: Intensitas kemerahan tergantung pada sensitivitas kulit dan tekanan yang diberikan. Bukan indikator banyaknya "angin", melainkan reaksi kulit terhadap gesekan.
BACA JUGA: Mitos Larangan Mandi di Sungai Serayu, Masyarakat Banyumas Percaya Hal Ini
BACA JUGA: Mitos Penamaan Sungai Serayu di Banyumas, Berasal dari Kata Sira Ayu
Mitos 3: Kerokan Merusak Kulit dan Berbahaya
Beberapa orang mengkhawatirkan kerokan bisa menyebabkan kerusakan kulit permanen atau infeksi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

