Iklan sukun new

Desa Kalisalak 'Mutiara' Tersebunyi yang Terhimpit Dua Bukit di Tegal, Simpan Sejumlah Peninggalan Bersejarah

Desa Kalisalak 'Mutiara' Tersebunyi yang Terhimpit Dua Bukit di Tegal, Simpan Sejumlah Peninggalan Bersejarah

Warga sedang membersihkan lokasi Pesarean Makam Dawa di Desa Kalisalak. Desa Kalisalak menjadi mutiara tersembunyi yang terhimpit dua bukit di Kabupaten Tegal karena menyimpan sejumlah peninggalan bersejarah. -Yeri Noveli-

MARGASARI, RADARTEGAL.COM - Kalisalak merupakan satu dari 13 desa di Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal. 

Lokasinya terhimpit diantara Bukit Kapur Desa Karangdawa dan Bukit Rajagumantung Desa Margasari.

Sebagian besar masyarakat di desa tersebut berprofesi sebagai petani dan peternak hewan sapi serta kambing.

Desa Kalisalak menjadi 'mutiara' tersembunyi yang terhimpit dua bukit di Kabupaten Tegal. Sebab Desa Kalisalak menyimpan sejumlah tempat atau lokasi peninggalan bersejarah. Di antaranya, Banyu Mudal, Sumur Pemandian dan Pesarean. 

BACA JUGA:Anak Berprestasi Juara Nasional FASI dan MTQ Jateng Diganjar Rp10 Juta serta Rp2 Juta oleh Wali Kota Tegal

Warga menyebut, tempat bersejarah itu merupakan Pesarean Makam Dawa serta Petok Kepala Banteng.

Lokasi Pesarean itu berada di sebelah utara desa. Bersebelahan dengan kebun jati dan Sungai Dandang serta Sungai Glugak.

Menurut Aduri, Juru Kunci Pesarean, tempat itu merupakan Pesarean Mbah Bahurekso.

"Tempat ini sering didatangi para peziarah dari luar daerah saat malam Kliwon," kata Aduri.

BACA JUGA:Bikin Mewek, Kisah Lansia Sebatangkara di Tegal, Tinggal di Rumah Rawan Ambruk, Babinsa Cepat Cari Bantuan

Dia menuturkan, untuk melestarikan tempat tersebut, masyarakat Desa Kalisalak rutin menggelar sedekah bumi. Selain untuk melestarikan, juga sebagai wujud rasa syukur.

"Acara sedekah bumi ini rutin digelar setiap tahun," ucapnya.

Ada yang menarik di gerbang masuk Pesarean. Yaitu, ada dua pohon besar yang berusia ratusan tahun tampak seperti sepasang kekasih yang saling merangkul.

Kemudian pohon besar di tengah pelataran menuju pesarean seperti sebuah tugu yang berdiri kokoh menyambut kehadiran siapapun yang datang ke lokasi.

Sumber: