Iklan sukun new

Nusron Wahid Ditunjuk PBNU Jadi Karteker PCNU Brebes

Nusron Wahid Ditunjuk PBNU Jadi Karteker PCNU Brebes

KARTEKER- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menunjuk Nusron Wahid menjadi Karteker Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Brebes. -Dedi Sulastro/Radar Tegal Group-

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menunjuk Nusron Wahid menjadi Karteker Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Brebes. 

Penunjukan tersebut sesuai dengan SK bernomor 110/A.II.04.d/07/ 2022 tertanggal 5 Juli 2022 lalu. 

Dalam SK tersebut, PBNU menunjuk tujuh personalia dalam Karteker PCNU Brebes. Di antaranya, Nusron Wahid sebagai ketua dan Lukman Khamim sebagai sekertaris. 

Sedangkan anggota yakni Hudalloh Ridwa, Ali Mahsun, Sholahuddin Masruri, Zaenuddin dan Maftuhin. 

Ditemui usai memimpin rapat perdana di Kantor PCNU Brebes, Ketua Karteker Nusron Wahid menjelaskan, kedatangannya ke Brebes pertama untuk mengakhiri kekosongan dan kevakuman kepemimpinan pengurus PCNU Brebes. 

Sebagaimana diketahui, kepemimpinan PCNU Brebes yang mendapat SK PBNU adalah MH Nasrudin dan KH Khusnan Zaein. Keduanya telah meninggal dunia. 

"Di samping itu, fakta sosial menyebutkan di PCNU Brebes ada dualisme legitimasi. Yakni, antara kubu HM Nasrudin (alm) dan  Moh Aqso. Karena itu, kami datang ditunjuk PBNU menjadi ketua Karteker di PCNU Brebes ini," ujarnya. 

Atas penunjukan ini, kata dia, pihaknya kini tengah mempersiapkan konferensi untuk mengakhiri dualisme ini. Dengan harapan, warga NU Brebes bisa guyub, utuh dan kembali maju ke depan. 

Dtambahkannya, tidak ada keharusan ketika terjadi kekosongan kepemimpinan diisi wakil ketua. Sesuai aturan organisasi, memang kekosongan itu  bisa langsung diisi melalui mekanisme penetapan rapat pleno, tetapi harus mendapat pengesahan dari PBNU. 

Hingga saat ini, PBNU belum memberikan surat pengesahan tentang Pergantian Antarwaktu (PAW) untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tersebut. 

"PBNU memandang karena kedua pemimpin ini wafat, lebih baik dikarteker. SK Karteker ini tadi sudah kami bacakan dan serahkan. Target kami maksimal 5 bulan akan digelar konferensi," pungkasnya. (ded/ima)

Sumber: