Anies Baswedan Harus Dengar, Pengamat Sebut Formula E Proyek Rugi, Begini Alasannya
Formula E disebut pengamat kebijakan publik, Trubus Rahadiansyah sebagai proyek merugi. Trubus pun melontarkan sejumlah alasan-alasannya.
Utamanya yakni persiapan gelaran balap mobil listrik itu dianggap tidak matang, karena waktunya mepet. Selain itu, dia menduga anggaran yang dikeluarkan saat mengerjakan proyek ini lebih besar dibandingkan keuntungan yang akan diperoleh nanti.
Pemprov DKI Jakarta sudah mengeluarkan anggaran penyelenggaraan, yakni Rp560 miliar untuk commitment fee dan Rp60 miliar untuk pembangunan sirkuit.
“Harus dilihat cost and benefit. Saya lihat lebih banyak cost daripada benefit yang didapat. Seperti proyek merugi,” ucap Trubus, Selasa (5/4).
Selain itu, dosen Universitas Trisaksi ini mempermasalahkan lokasi sirkuit Formula E di kawasan Ancol yang dinilai cukup jauh. Dia menduga, para penonton kurang berminat karena faktor jarak dan jangkauan transportasi ke lokasi Formula E.
“Di Ancol itu jauh , belum lagi masuk ke dalam. Seharusnya sebuah event internasional itu didukung oleh masyarakat lokal,” tuturnya.
Trubus juga tak yakin banyak orang yang meminati ajang balap ini. Dia membandingkan dengan gelaran MotoGP Mandalika, Lombok, yang banyak dipromosikan. Namun, penontonnya tidak maksimal.
“Mandalika saja banyak yang kosong, padahal lebih menarik. Apalagi ini, bukan kami mau menjelekkan, tetapi formula E tidak menarik,” katanya.
Diketahui, Formula E di Jakarta digelar pada 4 Juni 2022. Saat ini, pengaspalan sirkuit hampir rampung. (jpnn/zul)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


