Intip HPAL Nikel EV: dari Bijih hingga Bahan Baterai
Teknologi HPAL nikel EV di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah, mengolah bijih limonit menjadi MHP untuk rantai baterai kendaraan listrik.--
Kontrol temperatur, tekanan, serta komposisi larutan menjadi sangat penting. Kesalahan pengendalian dapat memengaruhi pemulihan logam dan kualitas produk.
BACA JUGA: Bukan Hanya Teknologi, AI Merupakan Kebutuhan Bagi Pelaku Ekonomi Kreatif
Ringkasan fungsi tahap ini dapat dilihat melalui empat poin utama:
1. Autoclave menciptakan lingkungan reaksi bertekanan tinggi.
2. Larutan asam membantu melepaskan unsur logam tertentu.
3. Temperatur tinggi mempercepat berlangsungnya reaksi kimia.
4. Pengotor dipisahkan melalui tahapan pengolahan berikutnya.
Teknologi ini berbeda dari metode peleburan yang membutuhkan temperatur sangat tinggi. Pendekatan hidrometalurgi lebih mengandalkan reaksi kimia dalam larutan.
BACA JUGA: 7 HP Android Lipat Terbaik 2026, Smartphone Flagship Masa Depan dengan Teknologi Paling Canggih
3. Larutan Dipisahkan untuk Mengambil Unsur Bernilai
Setelah reaksi selesai, terbentuk campuran berupa padatan dan larutan. Tahapan pemisahan kemudian dilakukan untuk memisahkan keduanya secara bertahap.
Larutan mengandung unsur logam yang berhasil dilarutkan selama proses. Padatan tersisa membawa sebagian besar material yang tidak ikut terlarut.
Tahapan pemurnian berikutnya bertujuan mengurangi kandungan pengotor. Proses tersebut membutuhkan pengendalian kimia yang presisi dan berkelanjutan.
Secara ringkas, tahapan pemisahan tersebut mencakup empat langkah penting:
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:






