Duka Gempa NTT: Sharp Hadirkan Kepedulian Bagi 600 Warga
--
Pemilihan jenis bantuan yang diberikan tidak dilakukan secara asal. National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia, Andry Adi Utomo, menjelaskan pentingnya memahami kondisi fisik dan emosional penyintas bencana sebelum menyalurkan dukungan.
"Ketika kita berbicara mengenai bantuan pasca bencana, yang paling penting adalah bagaimana dukungan tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Mereka masih berada dalam kondisi yang tidak mudah, baik secara fisik maupun emosional," jelas Andry Adi Utomo.
Andry juga menyinggung keterikatan emosional perusahaan yang sudah hadir puluhan tahun di tanah air.
"Sharp telah tumbuh bersama masyarakat Indonesia selama lebih dari 56 tahun. Bagi kami, hubungan tersebut bukan hanya tentang produk yang hadir di rumah-rumah masyarakat, tetapi juga tentang bagaimana kami dapat hadir ketika masyarakat membutuhkan dukungan," lanjutnya.
Sinergi dan Status Tanggap Darurat di NTT
Penanganan bencana alam berskala besar menuntut kerja sama lintas sektor. Pemerintah daerah, lembaga sosial, hingga sektor swasta harus saling bahu-membahu mengisi celah kebutuhan warga di lapangan.
Pemerintah merespons cepat situasi ini dengan menetapkan status kebencanaan di wilayah terdampak:
• Pemerintah Provinsi NTT: Menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari.
• Pemerintah Kabupaten Manggarai: Menetapkan Status Tanggap Darurat pada periode 15 Agustus–12 September 2026.
Langkah penetapan status ini menjadi payung hukum agar aksi kemanusiaan bisa menyasar warga terdampak secara efektif.
Manager Business & Social Institution Human Initiative, Destira Maryati, turut mengapresiasi sinergi tersebut.
"Kolaborasi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian serta memberikan dukungan bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah NTT. Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Sharp Indonesia atas perhatian, bantuan dan kepeduliannya, semoga masyarakat Nagekeo dan wilayah terdampak lainnya di NTT diberikan kekuatan untuk bangkit," ungkap Destira Maryati.
Proses pemulihan kehidupan warga di NTT masih terus berjalan, dan sinergi dari berbagai pihak menjadi tumpuan utama agar masyarakat bisa kembali menata kehidupan mereka.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


