Menteri P2MI Ajak Media Perkuat Narasi Migrasi Aman dan Bermartabat
Coffee morning Menteri P2MI bersama awak media--
Program Kredit Usaha Rakyat ini telah menyalurkan Rp60 miliar kepada lebih dari 2.000 penerima manfaat untuk mendukung keberangkatan pekerja migran secara resmi. Dana ini membantu biaya pelatihan, administrasi, dan kebutuhan lainnya, sehingga pekerja tidak terjebak dalam utang kepada calo.
2. Migrant Center di Perguruan Tinggi
KemenP2MI bekerja sama dengan universitas untuk mendirikan pusat informasi dan pelatihan bagi calon pekerja migran. Pusat ini juga berfungsi sebagai wadah edukasi tentang migrasi aman.
BACA JUGA: 60 Eks Pekerja Migran Ikut Pelatihan Pemasaran Digital
BACA JUGA: Terkait Kepulangan Pekerja Migran, Pemprov Jateng Jalin Komunikasi dengan Jatim dan Banten
3. Kelas Migran untuk Siswa SMK
Program ini menargetkan siswa sekolah kejuruan untuk diberikan pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja global, sekaligus literasi tentang prosedur migrasi resmi.
4. Pengembangan Desa Migran Emas
Inisiatif ini fokus pada pemberdayaan ekonomi di desa-desa yang menjadi kantong pekerja migran, dengan tujuan menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang berkelanjutan, termasuk untuk purna migran.
Program-program ini menunjukkan pendekatan holistik KemenP2MI dalam menangani isu pekerja migran, tidak hanya dari sisi perlindungan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi dan sosial.
Peran Media dalam Mengubah Paradigma
Acara coffee morning ini ditutup dengan komitmen bersama antara KemenP2MI dan media untuk memperkuat edukasi publik tentang migrasi aman.
BACA JUGA: Pintu Masuk ke Indonesia Diperketat, Dua Pekerja Migran Positif Tertular B117 dan B1351
BACA JUGA: 50 Pekerja Migran Indonesia Diprediksi Mudik Lebaran Tahun Ini
Media diminta tidak hanya melaporkan kasus-kasus pelanggaran, tetapi juga mengamplifikasi kisah sukses pekerja migran resmi dan program pemerintah yang mendukung mereka. Dengan demikian, masyarakat dapat melihat bahwa migrasi yang dilakukan dengan benar tidak hanya aman, tetapi juga dapat menjadi jalan menuju kesejahteraan.
“Media punya kekuatan untuk mengubah persepsi. Kami harap teman-teman jurnalis bisa membantu kami menyebarkan pesan bahwa migrasi aman adalah pilihan terbaik bagi pekerja migran dan keluarganya,” tutup Mukhtarudin.
Analisis dan Refleksi
Acara ini mencerminkan langkah strategis KemenP2MI dalam menghadapi tantangan kompleks di sektor pekerja migran. Dengan melibatkan media, pemerintah menunjukkan pemahaman bahwa perubahan sosial tidak dapat dilakukan hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui narasi publik yang kuat.
Namun, keberhasilan kampanye migrasi aman akan bergantung pada sejauh mana pemerintah dapat menjangkau komunitas di daerah-daerah terpencil, di mana calo sering kali menjadi sumber informasi utama bagi calon pekerja migran.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

