Dokter Sunardi Ditembak mati Densus 88, PA 212: Terlalu Zalim, Tugas Densus Menangkap

Dokter Sunardi Ditembak mati Densus 88, PA 212: Terlalu Zalim, Tugas Densus Menangkap

Persaudaraan Alumni (PA) 212 mengkritisi dan bereaksi terhadap penembakan terduga teroris yang berprofesi sebagai dokter di Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng). PA 212 menegaskan tindakan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror tidak bisa dibenarkan.

Ketua Umum PA 212, Slamet Maarif mengatakan tuduhan terorisme masih bersifat dugaan. Maka, penembakan terhadap dokter Sunardi adalah perbuatan zalim.

"Terlalu zalim," ujar Slamet kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (11/3).

Slamet meminta kepada tim Densus 88 maupun pihak kepolisian untuk menghormati dan menghargai Hak Asasi Manusia (HAM). Apalagi, kepolisian maupun Densus tidak bisa memvonis seseorang bersalah akibat perbuatannya.

"Biarkan pengadilan yang memutuskan benar atau salah. Tugas Densus menangkap, bukan membunuh," tutup Slamet. 

Tindakan tegas Densus 88 Antiteror Polri di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah yang menembak mati seorang terduga teroris itupun menjadi perbincangan publik.

Belakangan diketahui terduga teroris itu bernama Sunardi, yang berprofesi sebagai dokter. Almarhum ditembak mati Densus 88 Anti Teror, ketika dilakukan upaya penangkapan, Rabu (9/3) malam, sekitar pukul 21.00 WIB.

Kematian dokter yang dikenal baik dan kerap menolong sesamanya itu, langsung menuai banyak komentar warganet di media sosial. Di twitter bahkan kejadian tersebut menjadi trending topic dan memunculkan tagar ‘Pray For Dokter Sunardi’.

Tak sedikit netizen yang menyayangkan aksi Densus 88 Anti Teror terhadap Dokter Sunardi. Mereka menganggap tak sepantasnya terduga teroris ditembak mati. (rmol/zul)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: