Masih Terkendala, KTNA Butuh Pemasaran ke Pasar Lebih Tinggi
Hingga saat ini, Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) di Kabupaten Brebes butuh pemasaran hasil pertanian maupun olahannya ke pasaran yang lebih tinggi.
Karenanya, KTNA butuh pengusaha-pengusaha besar untuk bisa menjual pemasaran hasil bumi beserta olahannya ke luar negeri.
"Saat ini yang dihadapi petani adalah bagaimana mana petani bisa menjalin komunikasi dengan pengusaha-pengusaha besar agar hasil pertanian di Brebes bisa menembus ke luar negeri. Karena kalau penjualan di lokal, sudah ada di mana-mana dan persaingannya pun sangat ketat dengan daerah lainnya," ungkap Ketua KTNA Kabupaten Brebes Juwari saat memberikan penghargaan kepada sejumlah orang yang dianggap berperan dalam memajukan pertanian di Kabupaten Brebes, Senin (25/10).
Meski begitu, Juwari menjelaskan, meski di tengah pandemi Covid-19, hasil produksi pertanian maupun ikan tidak terpengaruh. Bahkan, produksi dari pertanian bisa mendapatkan hasil maksimal.
"Hasil panen bumi memperoleh hasil maksimal dan kualitas yang baik. Bahkan, baik hasil bumi maupun laut saat ini bisa dikembangkan oleh UMKM untuk membuat olahan dari bawang merah maupun olahan ikan," jelasnya.
Sementara itu, Bupati Brebes Idza Priyanti mengapresiasi kepada para petani yang telah bisa menghasilkan produksi maksimal dan kualitas hasil pertanian yang baik. Terkait kendala pemasaran karena pandemi, pemerintah saat ini sudah memfasilitasi dengan bekerjasama Bukalapak.
Sehingga bisa dimanfaatkan petani maupun UMKM untuk menjual produksi dari hasil bumi melalui online. Termasuk dengan pihak lain yakni PT Borneo, yang siap menampung hasil bumi dari Kabupaten Brebes.
"Kami (pemerintah) siap membantu dalam memfasilitasi penjualan hasil pertanian maupun olahan laut, dengan bekerjasama dengan Bukalapak maupun PT Borneo. Sehingga, pemasarannya bisa melalui online," terangnya.
Terpisah, Anggota DPR RI Agung Widyantoro yang juga hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, maju tidaknya terkait persoalan pertanian, tidak terlepas dari KTNA sendiri. Di mana, KTNA juga harus memiliki program yang jelas.
"Sebagai ujung tombak permasalahan, KTNA juga harus memiliki kepengurusan yang handal. Di mana, waktunya harus difokuskan untuk kemajuan pertanian," tukasnya. (ded/ima)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


