Screening Data Anomali, Pendataan Keluarga Akan Diupdate Lagi
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) akan kembali melakukan pendataan keluarga di Indonesia. Itu dilakukan untuk melakukan screening terhadap anomali data keluarga.
Kepala Bidang Advokasi Penggerakan dan Informasi Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Farida Sumarlin mengatakan sebenarnya pendataan keluarga sudah selesai dilakukan Mei lalu. Screening, papar Farida, hanya akan dilakukan untuk data-data yang anomali.
"Anomali dimaksud, mungkin saat pendataan kemarin suaminya tidak ada. Sehingga perlu discreening, karena data ini harus update," katanya.
Data-data itu, kata Farida, nantinya akan digunakan untuk menentukan kebijakan yang tepat di satu daerah. Sehingga bisa tepat sasaran.
Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Tegal, Elliya Hidayah mengatakan suksesnya pendataan keluarga, karena peran serta kader dan seluruh komponen masyarakat. Karenanya, pihaknya menyampaikan apresiasi yang luar biasa.
"Selain itu juga termotivasi oleh kepala desa dan camat. Karena tanpa mereka kegiatan ini tidak berjalan," tandasnya.
Elliya berharap masyarakat juga akan menyadari kegiatan pendataan ini. Karena data yang diperoleh untuk mensukseskan pembangunan.
Anggota Komisi IX DPR RI Dewi Aryani mengatakan saat ini sedang dipersiapkan generasi untuk menuju Indonesia Emas. Karenanya, bagi ibu hamil, dia berpesan agar dijaga betul kehamilannya.
"Terkait kesehatan, dijaga nutrisi vitamin dan lainnya," tandasnya.
Menurut Dewi, kedepan pihaknya akan secara rutin droping makanan ibu hamil dua bulan sekali. Sehingga nantinya, bidan Desa punya tugas tambahan.
"Selain melakukan edukasi kepada masyarakat, juga memberikan makanan tambahan bagi ibu hamil," tandasnya. (muj/zul)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


