5 Tablet Tipis Murah untuk Kerja Editor 2026, Ringan Dibawa tapi Kencang Performanya
TAB - Ini dia rekomendasi tablet tipis murah untuk kerja editor 2026.-(Ilustrasi Gemini AI)-
Xiaomi Pad 7, misalnya, menawarkan resolusi 3.2K, DCI-P3, HDR, dan refresh rate hingga 144Hz.
BACA JUGA: Tablet Advan Harga 1 Jutaan Terbaik 2026, Murah dengan Fitur Lengkap
BACA JUGA: 5 Tablet Murah RAM 12GB untuk Freelancer, Pilihan Terbaik agar Kerja Lebih Produktif
- Baterai Besar
Editor yang sering bekerja mobile tentu membutuhkan baterai yang tahan lama. Xiaomi Pad 7 mempunyai baterai 8.850 mAh dan mendukung pengisian 45W. Xiaomi juga mengklaim pengisian dapat mencapai 40 persen dalam sekitar 30 menit berdasarkan pengujian internalnya.
Daftar Tablet Tipis Murah untuk Kerja Editor
Kalau disederhanakan berdasarkan kebutuhan, berikut pilihan yang bisa dipertimbangkan:
- Xiaomi Pad 7 — paling menarik untuk performa dan layar.
- Redmi Pad Pro — cocok untuk editor pemula yang membutuhkan layar besar.
- Redmi Pad 2 Pro — alternatif kelas menengah untuk produktivitas.
- Samsung Galaxy Tab S9 FE — cocok untuk pengguna yang membutuhkan stylus.
- Redmi Pad SE — pilihan hemat untuk editing ringan.
Kesimpulan
Memilih tablet untuk kerja editor sebaiknya jangan hanya berdasarkan harga atau desain tipis. Performa chipset, RAM, storage, kualitas layar, baterai, serta dukungan aksesori justru lebih menentukan kenyamanan penggunaan sehari-hari.
BACA JUGA: 5 Tablet Gahar Tapi Murah Terbaik 2026: Chipset Kencang, Layar High Refresh Rate, dan Baterai Awet
BACA JUGA: 4 Tablet Merk Advan yang Speknya Bagus, Paling Jadi Incaran!
Dari beberapa pilihan tersebut, Xiaomi Pad 7 menjadi salah satu rekomendasi paling seimbang. Dengan ketebalan 6,18 mm dan bobot sekitar 500 gram, perangkat ini tetap ringkas, tetapi menawarkan Snapdragon 7+ Gen 3, layar 3.2K 144Hz, RAM hingga 12 GB pada konfigurasi tertentu, serta storage hingga 256 GB pada spesifikasi yang tercantum untuk pasar Indonesia.
Untuk editing ringan sampai menengah, tablet sudah semakin layak menjadi perangkat kerja utama. Namun, jika pekerjaan sudah masuk ke editing video profesional dengan project panjang, banyak layer, efek kompleks, atau workflow yang membutuhkan software desktop secara penuh, laptop atau PC tetap menjadi pilihan yang lebih fleksibel.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:







