Ikonik tapi Tugu Jogja Punya Mitos Populer yang Masih Dipercaya
5 mitos populer Tugu Jogja yang masih dipercaya-freepik-
Makna Tugu Jogja terlepas dari mitosnya, ia dipercaya menjadi perubahan bentuk simbol perpecahan di era kolonial. Setelah Tugu Golong Gilig runtuh akibat gempa pada 1867, Belanda membangunnya kembali dengan bentuk yang berbeda.
Bentuknya dibuat lebih persegi di bawah dan runcing di atas (seperti yang bisa dilihat sekarang, sering disebut Tugu Pal Putih). Konon, perubahan ini dibuat untuk memecah belah persatuan yang dilambangkan oleh bentuk Golong Gilig.
BACA JUGA: 7 Tempat Makan Legendaris di Jogja yang Ramah Keluarga dan Wajib Dikunjungi
BACA JUGA: 5 Danau Terindah di Jogja, Oase Penenang Jiwa di Daerah Istimewa
Selain itu, perubahan bentuknya juga untuk menghilangkan kekuatan magis yang terkandung dalam garis imajiner keramat tersebut.
5. Tugu dan Bintang Enam Sudut
Terakhir, mitos populer Tugu Jogja yang masih dipercaya yaitu dikaitkan dengan bentuk ukirannya. Konon, ukiran di tugu ini sama dengan simbol David yang dipercaya memiliki kekuatan tertentu, sehingga menambah aura mistis dan misterius pada Tugu itu sendiri.
Sederet mitos populer tersebut tidak hanya menambah pesona Tugu Jogja sebagai ikon kota, namun juga memperkaya nilai budaya dan filosofis yang diwariskan secara turun-temurun. Ini juga membuat Tugu Jogja selalu istimewa di mata para pengunjung dan warga lokal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

