3 Kue Tradisional Asli Semarang, Punya Ciri Khas Paling Beda
Ilustrasi. 3 kue tradisional asli Semarang, punya ciri khas paling beda -freepik-
Moaci ini sudah menjadi oleh-oleh legendaris di Semarang, tak kalah dengan lumpia tadi. Salah satu merek yang paling terkenal adalah Moaci Gemini.
2. Kue Ganjel Rel
Kue tradisional asli Semarang berikutnya yaitu Ganjel Rel. Sekilas, namanya terdengar unik ya? Kue ini juga punya bentuk yang tak kalah unik, yaitu kotak memanjang dan berwarna cokelat, mirip dengan bantalan rel kereta api.
BACA JUGA: 6 Wisata Budaya Edukatif di Semarang dengan Koleksi dan Ilmu Menarik
BACA JUGA: 5 Gift Shop Paling Terkenal di Semarang yang Jual Souvenir Unik
Kue ganjel rel terbuat dari tepung terigu, gula jawa, dan aneka rempah seperti kayu manis. Teksturnya padat dan sedikit kasar, dengan rasa manis yang khas. Dulu, kue ini sering dihidangkan saat perayaan Dugderan, yaitu tradisi menyambut bulan Ramadan di Semarang.
3. Wingko Babat
Camilan lokal khas Semarang satu ini juga tak kalah ikoniknya. Meski wingko babat memang identik dengan Lamongan, namun di Semarang jajanan ini begitu digemari.
Wingko babat merupakan kue yang terbuat dari campuran tepung ketan, kelapa parut, dan gula. Rasanya manis, gurih, dan legit dengan tekstur yang sedikit kenyal.
Wingko Babat merupakan kue tradisional asli Semarang yang cocok dinikmati sebagai camilan teman minum teh atau kopi. Bahkan wingko ini sering jadi incaran para wisatawan sebagai oleh-oleh.
BACA JUGA: 4 Photobox di Semarang yang Estetik, Cocok Buat Koleksi Foto Keren
BACA JUGA: 6 Tempat Wisata Semarang yang Jarang Dilirik Turis Asing, Padahal Mengesankan
Penutup
Itulah 3 kue tradisional asli Semarang yang bisa Anda coba cicipi. Jangan lupa untuk bungkus bawa pulang juga sebagai buah tangan ya!
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

