Viral! Ada Dusun Tertinggi di Magelang, Mirip Desa Sherpa Namche Bazar Himalaya di Nepal

Viral! Ada Dusun Tertinggi di Magelang, Mirip Desa Sherpa Namche Bazar Himalaya di Nepal

Viral! Ada Dusun Tertinggi di Magelang, Mirip Desa Sherpa Namche Bazar Himalaya di Nepal--

radartegal.com - Pernah membayangkan merasakan suasana Nepal tanpa perlu ke Himalaya? Jawabannya ada di dusun tertinggi di Magelang. Tempat ini menawarkan pengalaman wisata yang benar-benar unik dan instagenik.

Dusun Butuh Kaliangkrik bukan sekadar destinasi biasa. Ia adalah permata tersembunyi yang dijuluki Nepal van Java. Pesona dusun tertinggi di Magelang ini berhasil memikat para petualang dan pencinta alam.

Dengan ketinggian 1.750 mdpl, udara di sini terasa sangat sejuk dan segar. Pemandangan terasering nan warna-warni menghiasi lereng gunung. Inilah wajah asli dari dusun tertinggi di Magelang yang memesona.

Setiap sudutnya menawarkan cerita dan keindahan yang berbeda. Dari pemandangan alam hingga budaya yang masih kental. Datang dan buktikan sendiri keajaiban dusun tertinggi di Magelang ini!

BACA JUGA: 4 Wisata Air Alami di Magelang, View Eksotis dan Suasana Adem

BACA JUGA: 8 Wisata Alam Terbaik di Magelang untuk Healing Tanpa Banyak Pengunjung

Dari Viral Jadi Destinasi Wisata Andalan

Semua berawal pada pertengahan 2019. Seorang pendaki senior membagikan pengalamannya setelah mengunjungi Dusun Butuh. Ia merasa seperti sedang berada di Desa Sherpa, Namche Bazar, di kaki Himalaya Nepal. Karena kemiripannya itu, ia pun menyebutnya Nepal van Java.

Sejak saat itu, dusun yang terletak di Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik ini langsung viral. Julukan Nepal van Java melekat kuat. Orang-orang penasaran dan berbondong-bondong datang untuk menyaksikan sendiri keindahannya.

Dusun Butuh pun bertransformasi. Dari perkampungan agraris yang sunyi, kini menjelma menjadi desa wisata yang ramai. 

Masyarakat yang dahulu mayoritas petani, kini banyak yang beralih profesi. Mereka menjadi pengusaha homestay, pemandu wisata, hingga penyedia jasa ojek wisata.

BACA JUGA: 5 Destinasi Wisata Magelang Favorit Turis Asing yang Punya Pesona Unik

BACA JUGA: 6 Spot Kuliner Malam di Magelang, dari Kupat Tahu hingga Wedang Ronde

Pesona Visual yang Mirip Negeri Dongeng

Yang langsung mencuri perhatian adalah tata letak pemukimannya. Rumah-rumah penduduk dibangun berjajar rapi mengikuti kontur lereng Gunung Sumbing di bagian barat.

Susunannya yang bertingkat-tingkat menyerupai sistem terasering yang sangat fotogenik. Warna-warna cerah yang mengecat dinding rumah menambah daya tarik visualnya.

Nuansa merah, biru, hijau, dan kuning kontras dengan hijaunya pegunungan. Pemandangan inilah yang mengingatkan pada rumah-rumah khas di kaki pegunungan Himalaya. Tidak heran jika setiap sudutnya sangat instagenic.

Dengan penduduk sekitar 450 kepala keluarga, kehidupan di sini tetap terasa damai dan autentik. Meski sudah menjadi destinasi wisata, nuansa pedesaan yang asri dan tradisional tetap terjaga.

BACA JUGA: Pesona Air Terjun Kedung Kayang, Wisata Magelang dengan View Merapi

BACA JUGA: 4 Tempat Liburan Vibes Unik di Magelang yang Tak Begitu Ramai

Budaya Lokal yang Tetap Lestari di Tengah Geliat Wisata

Hebatnya, geliat pariwisata tidak lantas menggerus budaya lokal. Masyarakat Dusun Butuh sangat menjaga tradisi leluhur.

Tiga tradisi utama yang masih dilestarikan adalah Saparan, Nyadran, dan Mauludan. Saparan atau bersih dusun digelar setiap bulan Sapar dalam penanggalan Jawa.

Acara ini sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ritualnya dimulai dengan tahlilan dan mujahadah di rumah kepala dusun pada siang hari.

Malam harinya, dilanjutkan dengan hiburan tari Tayub yang berlangsung semalaman. Nyadran adalah tradisi menyambut bulan Ramadhan.

BACA JUGA: 4 Penginapan Murah Dekat Alun-alun Magelang Lengkap, Mulai Rp140 Ribuan

BACA JUGA: 4 Wisata Rekreasi di Magelang Lengkap dengan Spot Kuliner

Masyarakat melakukan pembersihan makam dan berziarah untuk mendoakan leluhur. Uniknya, setelah berdoa, warga makan bersama dengan membawa berbagai macam makanan dari rumah.

Mereka duduk bersama di area makam, mempererat tali silaturahmi. Sementara Mauludan diisi dengan pembacaan sholawat di masjid dan mushola.

Yang membedakan adalah adanya prosesi “Metaake”. Warga membawa nasi, daging ayam, dan pisang dalam satu bakul ke rumah kepala dusun untuk kemudian dinikmati bersama.

Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan di Dusun Butuh

Selain menikmati pemandangan mirip Nepal, ada banyak hal yang bisa dilakukan di sini. Yang paling populer adalah trekking menyusuri perkampungan.

BACA JUGA: 4 Wisata Edukatif Unik di Magelang dengan Aktivitas Seru Tak Terlupakan

BACA JUGA: Liburan Seru di Taman Wisata Air Kalibening Magelang, Cocok untuk Anak dan Keluarga

Jalurnya menanjak dan berundak, namun pemandangan yang didapat sepadan dengan usaha yang dikeluarkan. Jangan lupa untuk berfoto di spot-spot terbaik.

Sudut-sudut yang menangkap latar belakang rumah terasering dan Gunung Sumbing adalah favorit semua orang. Datanglah pada pagi hari untuk menghindari kabut dan mendapatkan cahaya terbaik untuk berfoto.

Bagi yang ingin merasakan kehidupan lokal, menginap di homestay adalah pilihan tepat. Anda bisa berinteraksi langsung dengan penduduk, menikmati makanan khas, dan mengalami suasana dusun yang sepi dan damai pada malam hari.

Penutup

Dusun Butuh Kaliangkrik adalah bukti bahwa keindahan Indonesia tidak ada habisnya. Destinasi yang semula hanya pemukiman biasa, kini menjadi magnet wisata berkat keunikan dan pesona alamnya yang luar biasa.

BACA JUGA: Rekomendasi 7 Wisata di Magelang dengan Pemandangan Indah dan Instagramable

BACA JUGA: Rekomendasi Angkringan Malam di Magelang yang Murah dan Hits

Berkunjung ke dusun tertinggi di Magelang ini bukan sekadar tentang menikmati pemandangan mirip Nepal. Lebih dari itu, ini adalah pengalaman membenamkan diri dalam budaya yang masih autentik dan hangatnya keramahan masyarakat lokal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: