Langkah Strategis Bulog Jaga Stabilitas Pangan dan Peternak Kecil

Langkah Strategis Bulog Jaga Stabilitas Pangan dan Peternak Kecil

Wapinca Bulog Tegal, Arfendy Iskandar Putra (paling kanan) bersama peternak ayam petelor di Desa Tegalandong, Kabupaten Tegal, Kamis (05/11/26). (Foto : dok. Bulog Tegal).--

SLAWI, radartegal.com - Dunia peternakan ayam petelur skala mikro kini mendapat angin segar dari pemerintah pusat. Perum Bulog bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi meluncurkan program intervensi senilai Rp30 miliar untuk menyerap telur dari peternak kecil sekaligus mendistribusikan jagung SPHP murah.

​Langkah strategis ini dirancang untuk mengamankan rantai pasok pangan dari hulu hingga hilir. Pemerintah ingin memastikan bahwa para produsen skala kecil tidak tumbang di tengah fluktuasi biaya produksi yang tinggi.

​Sinergi Nasional Perkuat Peternak Tegal dan Blitar

​Peluncuran program bertajuk Sinergi BUMN Pangan Bersama Peternak Ayam Petelur Mikro ini dipusatkan di peternakan milik Ahmad Saroji, Desa Tegalandong, Kabupaten Tegal. Acara yang berlangsung pada Kamis (5/11/2026) tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Pimpinan Cabang Bulog Tegal, Arfendy Iskandar putra.

​Secara bersamaan, agenda serupa juga dihelat di Blitar, Jawa Timur. Acara tingkat nasional itu dihadiri oleh Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, bersama sejumlah pejabat tinggi negara.

BACA JUGA: Akses Jagung Murah Peternak Mikro Capai 74 Persen dari Pagu BULOG

BACA JUGA: Pemkab Brebes Siapkan Ribuan Paket Beras Hingga Minyak Goreng, Harga Mulai Rp18 Ribu

​Hadir pula Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Ida Bagus Purwalaksana dan Wamentan Saleh Mustafa. Jajaran pimpinan BUMN turut mendampingi, termasuk Dirut Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani dan Dirut ID FOOD Ghimoyo, serta Bupati Blitar Rijanto.

​Pembelian Bertahap dan Distribusi Jagung SPHP

​Melalui skema nasional, Bulog dan ID FOOD berkomitmen menyerap telur ayam dari peternak mikro secara bertahap. Program penyerapan ini dijadwalkan akan terus berlanjut hingga Desember 2026.

​Sementara itu, di wilayah Tegal, Bulog menyalurkan secara simbolis 180 ton jagung SPHP kepada 18 perwakilan koperasi peternak mikro. Bantuan komoditas pakan ini dipatok dengan harga terjangkau.

​Jagung SPHP tersebut dijual seharga Rp5.000 per kilogram langsung di gudang Bulog. Kebijakan harga ini diharapkan mampu memangkas beban biaya pakan yang selama ini menjadi momok terbesar bagi peternak kecil.

BACA JUGA: Akses Jagung Murah Peternak Mikro Capai 74 Persen dari Pagu BULOG

BACA JUGA: Genjot Produksi Pangan, Panen Raya Jagung Serentak Digelar di Kabupaten Tegal

​Komitmen Pemerintah Jaga Kesejahteraan Produsen

​Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya peran peternak mikro dalam struktur ketahanan pangan nasional. Pemerintah berkomitmen mengawal ekosistem peternakan secara menyeluruh.

​"Peternak mikro merupakan bagian penting dari kekuatan pangan nasional. Pemerintah hadir membangun ekosistem dari hulu sampai hilir, melibatkan BUMN Pangan. Melalui sinergi Kementan, Bapanas, BULOG, dan ID FOOD, kita ingin peternak semakin kuat dan sejahtera," tegas Amran.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: