Pabrik Limbah Margasari Tegal Terbakar 25 Jam, Damkar Sempat Kewalahan

Pabrik Limbah Margasari Tegal Terbakar 25 Jam, Damkar Sempat Kewalahan

KEBAKARAN- Petugas Damkar Kabupaten Tegal berjibaku memadamkan api yang membakar pabrik pengelolaan limbah milik PT Karya Nusa Bumi Persada di Desa Karangdawa, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Senin 26 Oktober 2026. -YERI NOVELI-

Rangkuman untuk Anda: 

  • Kebakaran hebat melanda pabrik pengelolaan limbah PT Karya Nusa Bumi Persada di Desa Karangdawa, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, dan baru padam setelah 25 jam 50 menit.
  • Petugas Damkar Kabupaten Tegal sempat kewalahan menaklukkan kobaran api akibat tumpukan material kain perca serta limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).
  • Penanganan di lapangan terkendala oleh minimnya pasokan air dan terbatasnya Alat Pelindung Diri (APD) khusus pernapasan (Self-Contained Breathing Apparatus/SCBA).
  • Pemilik perusahaan memastikannya tidak ada korban jiwa atau luka-luka karena lokasi gudang dalam kondisi kosong saat insiden terjadi.

MARGASARI, radartegal.com- Kebakaran hebat yang melanda kebakaran pabrik limbah Margasari Tegal akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya setelah proses penanganan alot selama 25 jam 50 menit. Peristiwa yang menimpa fasilitas pengelolaan limbah milik PT Karya Nusa Bumi Persada di Desa Karangdawa, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, ini memaksa petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) bekerja ekstra keras sejak Minggu 25 Oktober 2026 malam hingga Senin 26 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB.

Kronologi dan Tantangan Penanganan Kebakaran

Laporan darurat pertama kali diterima petugas Damkar Pos Slawi dari operator Call Center 112 pada Minggu 25 Oktober 2026 pukul 19.10 WIB. Menanggapi laporan warga, tim pemadam segera mengerahkan dua unit armada dari Pos Slawi dan Pos Bojong bersama sembilan personel yang tiba di lokasi kejadian pada pukul 19.25 WIB.

Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, api diduga bermula dari aksi kelalaian seseorang yang belum diketahui identitasnya. Kobaran api kecil dengan cepat menyambar material mudah terbakar di dalam kawasan pabrik hingga membesar dan membakar atap serta area gudang.

BACA JUGA: Kebakaran Gunung Sumbing Padam, Ahmad Luthfi Minta Percepat Rehabilitasi

BACA JUGA: Penanganan Kebakaran Gunung Lawu Terus Dipercepat

Kepala Satpol PP Kabupaten Tegal Agus Sukoco melalui Kasi Pemadaman dan Penyelamatan Nawawi memaparkan bahwa tumpukan kain perca dan limbah B3 membuat proses penjinakan si jago merah berlangsung sangat lama. Kepulan asap pekat yang membubung dari lokasi pabrik memicu kekhawatiran serius terkait potensi bahaya racun udara.

Kendala Pasokan Air dan Keterbatasan APD Pernapasan

Upaya pemadaman di lapangan dihadapkan pada sejumlah tantangan teknis yang cukup berat. Selain masalah keterbatasan sumber air untuk menyuplai armada pemadam, ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) berupa Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA) bagi para personel di lapangan juga dinilai sangat terbatas.

Penggunaan SCBA menjadi krusial mengingat limbah yang terbakar mengandung zat B3 berisiko tinggi bagi keselamatan saluran pernapasan petugas. Karena kobaran api belum sepenuhnya terkendali hingga Senin pagi, penanganan dilanjutkan oleh Regu 3 Damkar Kabupaten Tegal dengan menerjunkan 10 personel tambahan.

Setelah berjibaku secara berkelanjutan menyiram titik-titik bara api, penanganan resmi dinyatakan selesai pada Senin malam pukul 21.00 WIB. Total durasi penanganan sejak laporan awal diterima mencapai 25 jam 50 menit.

BACA JUGA: Kebakaran Dini Hari, Rumah Warga di Demangaran Tegal Nyaris Terbakar!

BACA JUGA: Sehari Tiga Kali Kebakaran Lahan di Tegal, Damkar Kerja Ekstra!

Keterangan Pemilik Pabrik dan Evaluasi Kerugian

Pihak manajemen perusahaan mengonfirmasi insiden tersebut dan memastikan keselamatan seluruh pekerja di lokasi. Pemilik PT Karya Nusa Bumi Persada, H. Husni Iskandar, menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: