DPRD Kota Tegal Evaluasi Program Kroyokan Sampah di TPA Bokong Semar
Ketua Komisi III DPRD Kota Tegal Sutari saat melakukan tinjauan ke TPA Bokong Semar bersama dinas terkait dan anggotanya--
TEGAL, radartegal.com — Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bokong Semar di Kota Tegal terus menerima beban buangan sampah yang sangat tinggi. Setiap harinya, fasilitas ini harus menampung setidaknya 110 ton limbah rumah tangga dan aktivitas masyarakat dari seluruh wilayah kota.
Kondisi tersebut memicu perhatian serius dari Komisi III DPRD Kota Tegal. Berdasarkan hasil kunjungan lapangan terbaru, gunungan sampah di lokasi tersebut kini sudah mencapai ketinggian sekitar sembilan meter dan harus ditata menggunakan pola terasering agar tidak melimpah.
Pemerintah daerah dituntut untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap strategi penanganan sampah yang sedang berjalan, termasuk efektivitas program kroyokan sampah yang melibatkan berbagai pihak.
Program Kroyokan Sampah Baru Mampu Pangkas 10 Ton per Hari
Sebelumnya, volume sampah yang masuk ke fasilitas pembuangan akhir ini sempat menyentuh angka 120 ton setiap hari. Berbagai upaya bersama telah digulirkan oleh pemerintah daerah untuk menekan angka tersebut melalui skema keterlibatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
BACA JUGA: Waspada Pinjol dan Judol! DPRD Kota Tegal Soroti Dampak Buruk Era Digital
BACA JUGA: DPRD Kota Tegal Minta Dishub Segera Buka Pembatas Jalan Simpang KUD
Dalam skema tersebut, setiap OPD ditunjuk menjadi bapak asuh di masing-masing kelurahan. Pendekatan ini ditujukan untuk memicu gerakan penanganan limbah dari tingkat bawah, mulai dari optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah (TPS) hingga penguatan peran bank sampah.
Namun, hasil evaluasi menunjukkan bahwa intervensi tersebut baru mampu memangkas timbunan limbah sekitar 10 ton per hari atau setara 10 persen dari total volume harian. Sebagian besar sampah masyarakat pada akhirnya tetap berakhir di TPA Bokong Semar.
"Hari ini, TPA Bokong Semar menerima 110 ton per hari dari timbunan sampah Kota Tegal. Awalnya malah 120 ton per hari, tapi karena ada program kroyokan sampah, sekarang bisa terkurangi 10 ton. Jadi, dari berbagai macam upaya kegiatan kroyokan sampah, ternyata hanya mampu mengurangi 10 ton per hari," ujar Ketua Komisi III DPRD Kota Tegal, Sutari, Rabu (21/10/2026).
Evaluasi Menyeluruh dan Penataan TPA Bokong Semar
Melihat kondisi pembuangan yang makin padat, Komisi III DPRD Kota Tegal menilai Pemerintah Kota Tegal perlu meneliti kembali titik kendala dalam eksekusi program penanganan sampah di lapangan. Semangat kolaborasi antar-instansi dipandang belum memberikan dampak pemangkasan volume yang signifikan.
BACA JUGA: DPRD Kota Tegal Desak Evaluasi Total Drainase Akibat Banjir
BACA JUGA: Fraksi PKS DPRD Kota Tegal Setujui Raperda Drainase Perkotaan, Minta Pemkot Cepat Terbitkan Perwal
Langkah penataan teknis saat ini terus dilakukan di area TPA guna mencegah penumpukan yang makin tidak terkendali. Pola terasering berundak diterapkan untuk menstabilkan gunungan sampah yang menjulang tinggi tersebut.
"Pemerintah Kota Tegal layak melakukan evaluasi terhadap program tersebut agar lebih sempurna lagi. Apa yang menjadikan kendala. Ternyata program yang kami bikin sudah mengharu-biru, semangat seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD)," tegas Sutari usai meninjau lokasi penampungan sampah tersebut.
Rencana Pembukaan Sel Baru dan Pengoperasian Mesin RDF
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:





